PKM UTI Siapkan Generasi Penerus Hadapi Dunia Global


RADARLAMPUNG.CO.ID – Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia berkolaborasi dengan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) program Studi Teknik Komputer dan Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Sekolah Binaan di SMAN 1 Padangcermin, Pesawaran.

Tim PKM Universitas Teknokrat Indonesia diketuai oleh S. Samsugi, M.Eng., bersama anggota Styawati, M.Cs.; Lulud Oktaviani, M.Pd.; Ade Surahman, M.Kom., dan Yuri Rahmanto, M.Kom. Kemudian mahasiswa Wulan Agustin, Qomariatul Kurnia dan Bagas dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Studi Teknik Komputer.





Dalam pengabdian masyarakat tersebut mengambil materi pelatihan tips dan trik mahir berbahasa Inggris bagi kelas XII.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu dari dua kegiatan yang direncanakan pada PKM sekolah binaan dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman terhadap pentingnya Bahasa Inggris di era globalisasi saat ini.

“Disamping itu, pelatihan seperti ini masih terbatas pelaksanaannya. Sementara siswa memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan,” kata Samsugi, Selasa (5/4).

Dalam kegiatan ini, Lulud Oktaviani, M.Pd. menjadi pemateri utama yang menjelaskan bahwa Bahasa Inggris saat ini diperlukan oleh siapa saja. Baik ketika menjadi siswa, mahasiswa ataupun bekerja.

“Kita belum terbayang pekerjaan apa nanti yang akan diperoleh nanti. Namun di era globalisasi ini, kita akan menghadapi banyak situasi. Di mana kita bertemu banyak orang. Termasuk didalamnya orang-orang dari negara lain yang berbahasa Inggris,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara interaktif dengan materi yang mudah diterima oleh siswa. Akhir kegiatan, siswa yang aktif diberikan hadiah kejutan sebagai doorprize.

Selain tim PKM, program ini dibuka juga oleh Kepala SMAN 1 Padangcermin Tamzir Zamka, S.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan motivasi kepada siswa terhadap pentingnya bisa berbahasa Inggris dan perlunya melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.

“Hal ini diharapkan memberikan pemantik semangat bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi serta cakap dalam bahasa Inggris. Untuk siap menghadapi era global,” tandasnya. (rls/mel/ais)