Please, Percayai Kinerja Guru!

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 jalur prestasi akan menggunakan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir, dan atau prestasi akademik dan non akademik di luar nilai rapor.

Hal itu berdasarkan Surat Edaran Mendikbud RI nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid-19.

Namun, dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan ke Kemendikbud agar menghapus jalur prestasi dalam PPDB 2020. Usul itu mencuat usai dilakukannya survei soal keabsahan nilai rapor, sebab ada indikasi nilai rapor bisa dimanipulasi.

Menanggapi hal itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung Suharto menuturkan, saat ini nilai rapor telah terdokumentasi di data pokok pendidikan. Sehingga, tidak mungkin bisa dirubah-rubah kembali.

Baca Juga:   Prodi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Materi Ajar Disesuaikan Dengan Perkembangan Zaman

Menurutnya, kalau ada kasus seperti itu, tidak semua berkasus, dan jika dibuktikan dengan benar, tidak semua sekolah melakukan itu.

“Kalau sudah masuk di dapodik, nilai tidak bisa lagi diutak-atik. Tahun ini memang untuk jalur prestasi menggunakan akumulasi nilai rapor menggantikan nilai prestasi UN, prestasi akademik, juga non akademik,” katanya, Selasa (31/3).

Ia mengajak seluruh masyarakat maupun tenaga kependidikan mulai belajar percaya kinerja guru. Sebab, guru tentunya berfokus bagaimana menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berkarakter.

“Jadi kalau kita tidak percaya dengan apa yang dilakukan guru, yang diajarkannya, kita akan susah. Dan saya rasa sangat banyak sekolah yang justru memikirkan bagaiman untuk meningkatkan mutu, kualitas, dan mempertahankannya. Semua proses itu ada di sekolah, jadi jangan sampai kita mengira-ngira,” tukasnya.

Baca Juga:   Salman Subakat, CEO Paragon yang Juga Aktif di Dunia Pendidikan

Ia menambahkan, pada prinsipnya pihaknya menganggap kebijakan apapun yang sudah diputuskan oleh menteri merupakan hal terbaik.

“Kalau kami tetap, apa yang sudah diputuskan oleh menteri itu yang terbaik, dan pasti akan kami jalankan,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan