PLN Peduli Tanam 3500 Bibit Mangrove, Antisipasi Abrasi Pesisir Pantai Lampung

  • Bagikan
Sumber Foto PLN

RADARLAMPUNG.CO.ID-Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan bakau yang tumbuh di pesisir pantai atau perairan sekitar muara sungai. Tepatnya di Kawasan Konservasi Mangrove Petengoran Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung telah dilakukan upaya-upaya pelestarian mangrove sejak tahun 2008.

Hutan Mangrove sangat penting keberadaannya sebab bukan hanya sebagai habitat binatang laut untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak, juga untuk melindungi pantai dari abrasi air laut. Karena itulah, PLN Peduli menunjukkan keikutsertaannya dengan menggandeng Lampung Sweeping Community dan Komunitas Pelestari Mangrove untuk turut menjaga ekosistem mangrove yang dibuktikan dengan melakukan penanaman 3500 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Petengoran pada sabtu (31/7).


General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra mengatakan bahwa begitu pentingnya fungsi hutan mangrove terhadap lingkungan kita, maka PLN Peduli bersama Komunitas Pelestarian Mangrove melakukan penanaman 3500 bibit mangrove. Tujuannya adalah untuk mengembalikan keseimbangan alam pada ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai Lampung.

Baca Juga:   BRI Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati dalam Surfing Digital

Hal senada juga itu disampaikan Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum, Mimin Milasari saat melakukan penanaman 3500 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Petengoran. “Ayo bersama-sama menjaga keseimbangan ekosistem hutan mangrove di sekitar kita, karena kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tambah Mimin Milasari.

Sementara, Toni Yunizar, Ketua Komunitas Pelestari Mangrove di Ekowisata Mangrove Petengoran mengungkapkan sejarah awal dilakukannya konservasi mangrove di kawasan itu karena adanya endemis malaria pada tahun 2008 di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, pada saat itu salah satu faktor yang menyebabkan endemis malaria adalah rusaknya ekosistem mangrove yang memicu perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk malaria.

Baca Juga:   Bioskop Mulai Buka, Ini Aturan yang Harus Diikuti Pengunjung

Toni menjelaskan data tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi endemis malaria di tempat tersebut. Salah satu faktornya adalah karena sistem pengelolaan dan pengawasan hutan mangrove ini sudah ke arah yang lebih baik. “Saya atas nama Komunitas Pelestari Mangrove mengapresiasi langkah PLN hari ini yang semakin membuktikan bahwa pelestarian mangrove sangat bermanfaat buat kita,” pungkasnya.(rls/cia/wdi)




  • Bagikan