PLN UPT Tanjungkarang Serahkan Bantuan Modal Pertanian

  • Bagikan
PLN UPT Tanjungkarang menyerahkan bantuan modal pertanian kepada kelompok tani Manunggal Karya Desa Nusa Agung Belitang III. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – PLN berkomitmen terus melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap warga sekitar, termasuk yang dilakukan PT PLN (Persero) UPT Tanjungkarang. Melalui program PLN Peduli, memberikan bantuan modal dan alat mesin pertanian untuk pemanfaatan lahan di bawah SUTT PLN kepada kelompok tani Manunggal Karya di Desa Nusa Agung Belitang III Oku Timur Sumatera Selatan, Senin (21/6) lalu.

Perjalanan panjang ditempuh rombongan PLN dari Bandarlampung menuju lokasi peresmian pemberian bantuan di Desa Nusa Agung Belitang III Oku Timur Sumatera Selatan tak menyurutkan semangat rombongan untuk melakukan pelayanan yang terbaik bagi warga. Sampai di lokasi, rombongan pun disambut kepala Desa Nusa Agung I Gusti Nyoman Oke beserta jajaran, dan kelompok tani Manunggal Karya.

Ketua kelompok tani Manunggal Karya Dwi Nugroho mengatakan, saat ini sebagian masyarakat Desa Nusa Agung beralih ke peternak, sebab di bidang ternak ini dapat menambah penghasilan bagi masyarakat.

Dwi bercerita, dahulunya masyarakat Nusa Agung mengandalkan komoditi karet sebagai penghasilan utama keluarga. Namun, akhir-akhir ini, harga karet merosot tajam, membuat para penderes karet berfikir keras untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena itu, sebagian masyarakat pun beralih ke petani ternak, meskipun masih tetap menjadi penderes karet.

Baca Juga:   Semangat Berbagi Berkah, PLN UID Lampung Bagikan 600 Paket Daging Kurban dan 172 Paket Tebar Berkah Daging
Ketua kelompok tani menjelaskan terkait salah satu alat pertanian. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

“Tetapi, menjadi peternak juga tetap membutuhkna biaya untuk mencari pakannya. Di mana, di sini mencari pakannya tak hanya di satu tempat, harus berkeliling. Kami berinisiatif untuk memanfaatkan lahan di bawah menara SUTT, dengan mengajukan izin ke PLN, dan juga mengajukan modal untuk membeli alat pertanian, agar lahan di bawah menara ini tetap produktif,” jelasnya.

Sehingga, setelah mendapatkan bantuan modal yang cukup untuk membeli alat pertanian, kelompok tani tersebut akan membebaskan lahan di bawah menara SUTT untuk dapat ditanami rumput gajah, dan tanaman lainnya yang dapat menjadi pakan bagi para peternak.

“Jadi rencananya sudah kami rancang, sebagian lahan di bawah menara ini sudah menjadi kolam pemancingan, dan sebagian lagi akan menjadi lahan tanaman yang bisa menjadi pakan ternak, dan bermanfaat juga bagi masyarakat, yang terpenting tidak menanam pohon tinggi yang dapat mengganggu distribusi listrik ke masyarakat,” ucapnya.

Mereka berencana akan membuat lahan tersebut menjadi produktif. “Kami berharap sebagai mitra binaan dari PLN, hal ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya Desa Nusa Agung sekitarnya. Harapannya juga, kami tak hanya diberi modal tetapi juga bisa diberi pelatihan bagaimana membuat pupuk dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:   Stimulus Kelistrikan, Upaya Pemerintah Membantu Masyarakat di Tengah Pandemi
Pembebasan lahan di bawah menara SuTT PLN agar lahan bisa lebih produktif dan manfaatnya dirasakan warga sekitar. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

Sementara, manajer PT PLN (Persero) UPT Tanjungkarang Dhany Priatna menuturkan, dengan upaya PLN membantu masyarakat terutama yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, PLN mengajak masyarakat lebih produktif terutama di lahan-lahan yang tak boleh ditanami tanaman tinggi, terutama di bawah menara SUTT.

UPT Tanjungkarang ditugaskan PLN untuk menjaga SUTT yang berada di Desa Nusa Agung tetap andal, towernya bagus, dan distribusi listrik tidak terganggu.

“Jadi masyarakat ingin memanfaatkan lahan di bawah menara SUTT ini agar lebih produktif, dan dapat memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat. Ini juga dapat membantu PLN, agar distribusi listrik tidak terganggu karena adanya pohon tinggi. Jadi, listrik tetap tersalur, dan masyarakat juga bisa memanfaatkan lahan yang ada di bawah menara itu,” katanya.

Dengan diserahkan bantuan modal dan alat mesin pertanian tersebut, dapat meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat, listrik tetap terjaga, dan masyarakat juga bisa merasakan manfaat yang lain.

“Harapannya juga, peternak tak perlu jauh-jauh mencari pakan, dapat mencari di satu tempat. Peternakannya bisa meningkat, perekonomiannya juga bisa lebih meningkat. Dan semoga semuanya dapat berjalan lancar,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan