PNS Pemkot Jadi Tersangka Kasus E-KTP Palsu, Eva: Ini Pembelajaran untuk ASN Bandarlampung!

  • Bagikan
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Sumber Foto: Bagian Protokol Pemkot Bandarlampung
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Sumber Foto: Bagian Protokol Pemkot Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung berinisial N diamankan Polresta Bandarlampung terkait kasus pemalsuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Terkait kasus tersebut, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, oknum PNS tersebut akan diproses, jika terbukti bersalah PNS tersebut akan ditindak sesuai peraturan yang ada.



“Kita lihat prosesnya seperti apa, kalau misalnya beliau ini menyalahi aturan, langsung kita tindak,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Bakung, Selasa (11/1).

Baca Juga:   7 Februari, Bandarlampung Mulai Terapkan PTM Penuh

Pemkot, kata Eva, memiliki tim penegak disiplin pegawai dan Inspektorat yang tengah menanganinya, serta bekerjasama dengan Polresta Bandarlampung.

Adanya PNS Pemkot Bandarlampung yang diamankan kepolisian, menurut Eva harus dapat dijadikan pelajaran agar kedepan tidak melakukan kesalahan.

Baca Juga:   Dinas PU Cor 150 Tutup Bak Kontrol yang Hilang

“Karena kita adalah sebagai pelayan bagi masyarakat, berikan yang terbaik untuk masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Eva, pemkot tengah berusaha memberikan kesejahteraan untuk masyarakat dan ASN. “Kemarin memang PAD kita kurang sekali, turunya sampai 90 persen. Sekarang alhamdulillah sedikit-sedikit sudah bertambah,” terangnya.

Sementara, Inspektur Bandarlampung Robi Suliska Sobri mengatakan, saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian. Sembari menunggu hasil dari kepolisian, pihaknya tetap mencari informasi terkait kasus tersebut.

Baca Juga:   7 Februari, Bandarlampung Mulai Terapkan PTM Penuh

“Asas praduga tidak bersalah tetap kita junjung tinggi, kita tunggu hasil dari kepolisian. Karena berkaitan dengan kepegawian, nanti kita adakan sidang disiplin pegawai. Dari informasi yang dihimpun yang bersangkutan dinas di Telukbetung Utara (TbU),” ujarnya. (pip/sur)






  • Bagikan