Polda Lampung Ungkap Peredaran Narkoba Dalam Lapas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Lagi-lagi peredaran narkotika jenis sabu-sabu dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Way Huwi, Lampung Seltan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu bandar narkoba yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, pada Minggu (4/2) lalu.

Tersangka bernama Jima adven Situmorang (38) warga Gang Malabar, Kelurahan Kupang, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung. Diringkus saat sedang berada dikediamannya.


Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalanai menjelaskan, keluarnya barang haram tersebut berawal saat narapidana (Napi) yang berada di dalam Lapas bernama Ivan (DPO). Saat itu Ivan menghubungi Jima menggunakan handphone milik Ivan, meminta Jima untuk mengambil barang kepada seseorang dan memintanya diantar sesuai dengan arahannya.

Baca Juga:   Satu Unit Mobil Hangus Terbakar

“Mereka berdua adalah teman sejak kecil. Saat itu, Ivan menghubungi Jima menawarkan kerjaan untuk mengantarkan sabu-sabu sesuai dengan arahannya,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Selasa (6/2) malam.

Perbuatan itu, lanjut Abrar, telah dilakukannya selama dua kali. Sebelumnya seminggu yang lalu Jima pernah mengambil sabu-sabu sebanyak 300 gram atas perintah Ivan melalui handphonenya.

“Setelah mendapatkan barangnya kemudian tugas Jima membagikan barang tersebut sesuai dengan arahan Ivan,” jelasnya.

Abrar menambahkan, penangkapan itu berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi dikediaman Jima. Dari informasi itu, kemudian anggotanya melakukan pengembangan dan mendatangi kesiamannya.

“Selanjutnya Tim Opsnal Subdit III mendapatkan tersangka. Tim juga mengamankan barang bukti sabu-sabu tiga paket sedang seberat 300 gram. Meskipun kecil barang buktinya, kami tetap menetapkan tersangka sebagai bandar narkoba. Tersangka kami kenakan Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2),” tegasnya.

Baca Juga:   Kapolda Lampung Tindaklanjuti Permintaan Irwasum Terkait Kapolres Respon Cepat Konfirmasi

Sementara itu, Jima mengakui bahwa Ivan yang berada di dalam Lapas adalah teman kecilnya. Ia saat itu ditawari kerjaan untuk mengantarkan sabu-sabu.

“Saya ditelpon ditawari kerjaan dan saya sanggupi. Barang itu saya pecah menjadi beberapa bagian dan baru saya kirimkan sesuai dengan arahan Ivan. Keuntungan dari penjualan itu sebesar Rp12 juta,” akunya. (adm/ang)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan