Polinela Bina Penguatan Aspek Kelembagaan Kelompok Tani di Desa Banjarrejo

  • Bagikan
Tim dosen Polinela (Ir. Zainal Mutaqin, M.Si.) menyampaikan materi dan berdiskusi dengan kelompok tani. Sumber Foto: Polinela
Tim dosen Polinela (Ir. Zainal Mutaqin, M.Si.) menyampaikan materi dan berdiskusi dengan kelompok tani. Sumber Foto: Polinela

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim dosen Program Studi Produksi Tanaman Pangan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diketuai oleh Ir. Zainal Mutaqin, M.Si., bersama dosen-dosen prodi Produksi Tanaman Pangan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk pendampingan penguatan kelembagaan kelompok tani di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (25/9) tersebut dihadiri dua kelompok tani di Desa Banjarrejo. Salah satunya kelompok tani Eko Budi II yang diketuai oleh Wiyono, S., Ag. Sebagian besar petani di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur melakukan kegiatan budidaya padi sawah dalam skala yang cukup luas.


Wiyono mengatakan, masalah yang dihadapi oleh kelompok tani di Desa Banjerrejo, salah satunya kesulitan mendapatkan sarana produksi pertanian, terutama pupuk.

Oleh karena itu, Polinela melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merasa memiliki peran dan tanggung jawab memberikan solusi atas masalah dan kendala yang dihadapi petani padi di desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, terutama terkait penguatan aspek kelembagaan petani.

Tim Dosen Polinela (Prodi Produksi Tanaman Pangan) beserta kelompok tani Desa Banjarrejo berfoto bersama seusai kegiatan PKM. Sumber Foto: Polinela
Tim Dosen Polinela (Prodi Produksi Tanaman Pangan) beserta kelompok tani Desa Banjarrejo berfoto bersama seusai kegiatan PKM. Sumber Foto: Polinela

Ketua tim PKM Polinela Ir. Zainal Mutaqin, M.Si., menuturkan, petani-petani yang ada harus kembali memperkuat kelompok taninya dengan membentuk gabungan kelompok tani dan bahkan bila perlu membentuk badan usaha desa agar petani mempunyai wadah lembaga. Sehingga mempunyai posisi tawar yang kuat dalam mengadakan sarana produksi pertanian terutama pupuk maupun dalam menjual hasil panennya.

“Pertemuan rutin kelompok tani ini perlu diaktifkan dan koordinasi dengan penyuluh, pemerintah setempat, dan juga pihak akademisi juga perlu ditingkatkan,” katanya.

Kegiatan pembinaan kelompok tani di Desa Banjarrejo ini masih akan terus berlanjut terutama dalam membantu penguatan kelembagaan kelompok tani. Dengan adanya kegiatan PKM ini tim dosen Polinela berharap para petani dapat mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi terutama kesulitan memperoleh pupuk dan harga jual hasil panen yang rendah. Kedepannya para petani tidak lagi bergerak sendiri namun atas nama organisasi atau lembaga nya, sehingga akan mempunyai posisi tawar yang lebih kuat terhadap distributor maupun tengkulak.

Kegiatan PKM pembinaan penguatan aspek kelembagaan kelompok tani ini juga didampingi oleh tim dosen dari Prodi Produksi Tanaman Polinela, diantaranya Dr. Dulbari, S.P., M.Si., Hidayat Saputra, S.P., M.Si., Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P., Lina Budiarti, S.P., M.Si., Evi Yunita Sari, S.Pd., M.Si., Ir. Hery Sutrisno, M.P., Ir. Yuriansyah, M.Si., Ir. Denny Sudrajat, M.P., dan Destieka Ahyuni, S.P., M.Si., beserta mahasiswa tingkat akhir. (**)




  • Bagikan