Polisi Amankan Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Taufan (30), warga Lampung Timur masih meringis menahan sakit saat menjawab sejumlah pertanyaan dari penyidik Polsek Kedaton. Sejumlah lebam dan perban masih melekat diwajahnya yang babak belur.

Pria ini diamankan polisi usai menjadi bulan-bulanan warga, pada Minggu (8/8) kemarin. Taufan yang bernasib apes, terpergor korban saat mencuri sepeda motor di sekitar Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung.


Kapolsek Kedaton, Kompol Ery Hafri mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga telah melakukan aksinya di lebih dari satu tkp.

“Dalam proses penyelidikan, pelaku hanya mengaku baru satu kali. Tapi ada indikasinya, pelaku sudah melakukan sudah melakukan berulang kali. Kita masih melakukan penyelidikan tentang itu,“ katanya.

Baca Juga:   Sehari Beraksi, Tiga Bandit Diciduk

Diketahui, saat beraksi pelaku hendak menggasak sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi BE 2173 AES. Selain sepeda motor korban, petugas juga mengamankan barang bukti berupa kunci T di kantong pelaku.

Disinggung terkait rekan pelaku yang diduga melarikan diri, Ery mengatakan, saat ini anggotanya juga masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus berdasarkan keterangan dari pelaku.

Ery menjelaskan, pelaku beraksi di sekitar kelurahan Surabaya, Kedaton, Bandarlampung. Saat itu, pelaku beraksi bersama salah seorang rekannya. Sialnya, korban sempat memergoki aksi tersebut.

Korban kemudian mengejar pelaku bersama-sama dengan warga yang lain. Beruntung, pelaku berhasil dihentikan saat melintas di sekitaran PKOR Wayhalim, Bandarlampung.

Atas perbuatannya, pelaku akan diganjar dengan pasal 363 KUHPidana, tentang pencurian dengan pemberatan. Serta ancaman hukuman maksimal selama enam tahun.

Baca Juga:   Lawan Arus di Flyover Sultan Agung, Pengendara Honda Beat Tewas

Sementara itu, kepada petugas Taufan mengaku baru satu kali melakukan aksinya. ”Saya sama teman saya. Kunci (kunci T, red) itu punya teman saya,” katanya.

Pelaku juga mengaku merupakan residivis untuk kasus perjudian. “Awalnya sepeda motor itu diparkir di depan warung. Terus teman saya ajak saya untuk ambil motor itu,” akunya. (Ega/yud)




  • Bagikan