Polisi Bongkar Bisnis Narkoba Berkedok Aparat

  • Bagikan
Barang bukti yang berhasil diamankan aparat. Sumber foto Polda Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung meringkus dua tersangka peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram lebih. Dimana dalam penangkapan ini, salah satu tersangka mengaku sebagai polisi.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung Kombes Pol Adhy Purboyo menjelaskan, dua orang tersangka diamankan itu bernama Dedy alias Ahmad Saifulah (47) dan Hartanto alias Acoy (45), keduanya merupakan warga Kota Bandarlampung.



Pengungkapan kedua tersangka ini pada Minggu (19/12) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu petugas mendapatkan informasi masyarakat ada tersangka pengedar narkotika jenis sabu. Atas info itu anggota pun langsung bergerak. “Juga melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka D. Kita amankan didalam mobil Toyota Avanza warna hitam yang berada di pinggir Jalan P. Emir M Noor, Sumur Putri, Telukbetung Selatan,” katanya, Senin (27/12).

Baca Juga:   Jadikan Rumah Sendiri Tempat Konsumsi Sabu, Warga Menggala Dicokok Polisi

Dari diamankannya tersangka itu, anggotanya pun mengembangkannya lagi dan mengamankan barang bukti satu bungkus plastik klip berisikan sabu dengan berat lima gram. “Kita amankan di dalam kamar Hotel Astoria. Selanjutnya kembali kita amankan barang bukti satu bungkus warna hijau bertulisan Guayinwang isi sabu dengan berat kotor 1 kilogram. Jadi 1 kilogram ini disimpan didalam lemari yang terletak di halaman rumah beralamatkan di Perumahan Permata Biru, Sukarame, Bandarlampung. Dari sini kita amankan satu tersangka lagi H,” tambahnya.

Baca Juga:   Jadi Perantara Napi Edarkan Narkoba, Warga Jatiagung Divonis Mati

Tak hanya 1 kilogram sabu itu saja, anggota pun mengamankan barang bukti berupa dua bungkus plastik klip bening ukuran besar, dengan berat kotor sekitar 200 gram. “200 gram ini kita amankan di Jl. Raden Intan, kelurahan Pelita, Bandarlampung. Selnjutnya kedua tersangka beserta barang bukti dibwa ke kantor Ditresnarkoba untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka Hartanto ini, bahwa dirinya menggunakan modus operandi dengan berkedok sebagai anggota polri. Dimana pada saat penangkapan ditemukan juga baju PDH Polri lengkap dengan atributnya. “Dimana hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan orang – orang yang selama telah meminjamkan sejumlah uang kepada dirinya. Dimana uang tersebut sebagai modal bisnis peredaran gelap narkotika,” ungkapnya.

Baca Juga:   Kepala BNNP Lampung : Sabu Saat Ini Sudah Masuk Perkebunan

Atas penangkapan itu, pihaknya mengamankan barang bukti yakni satu bungkus plastik warna hijau bertuliskan guayinwang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat kotor sekira 1 kg. “Lalu 2 bungkus plastik klip bening ukuran besar berisikan shabu dengan berat kotor sekira 200 gram. 1 bungkus plastik klip bening ukuran kecil berisikan shabu sekira 5 gram,” pungkasnya. (ang/wdi)






  • Bagikan