Polisi Lengkapi Berkas Dua Tersangka Pembunuhan Bayi 9 Bulan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Polsek Telukbetung Selatan  segera berupaya melengkapi berkas kasus dua tersangka pembunuhan bayi sembilan tahun. Berkas tersebut ditarget rampung pada akhir Maret 2021.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Hari Budianto. Untuk saat ini, para penyidik masih melengkapi hasil teliti jaksa (P-19).


Dia mengatakan, usai rampung, berkas tersebut akan segera diserahkan ke Kejari Bandarlampung. “Kita usahakan segera, akhir bulan Maret ini kita rampungkan berkasnya agar P-21,” katanya.

Adapun kedua tersangka dalam kasus tersebut yakni Ayu Olivia (35), yang merupakan ibu kandung dari bayi sembilan bulan. Serta, M. Amin (43), yang merupakan teman laki-laki, Ayu Olivia.

Lebih jauh dijelaskan, M. Amin disangkakan dengan pasal 340 sub 338 KUHP dengan ancaman pidana mati. Sedang Ayu Olivia diancam dengan pasal 340 sub 338 jo 55 KUHP.

Dalam reka adegan sebelumnya, Ayu diketahui tidak terlibat secara lansung dalam kematian anaknya. “Sehingga vonis untuk keduanya kemungkinan akan berbeda. Namun tetap nanti melihat keputusan persidangan,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Ayu Olivia (35) dan Amin (43) hanya dapat tertunduk malu saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari petugas. Keduanya merupakan pelaku pembunuhan Kartika Suci Rahayu, bayi 9 bulan yang notabene anak kandung Ayu Olivia.

Alasan keduanya membunuh bayi malang tersebut, lantaran khawatir jika perselingkuhan keduanya bakal diketahui oleh keluarga dan para tetangga. “Banyak tetangga yang bilang, anak dia (Ayu, red) mirip sekali sama saya,” aku Amin.

Baca Juga:   Oknum Staf Sekamar dengan Wanita Bersuami, Ini Respon Sekwan DPRD Lampung

Karena hal tersebut, Amin mengaku, akhirnya punya niat untuk menghabisi nyawa sang balita malang tersebut. Hal itu telah direncanakan keduanya sejak dua bulan lalu. Amin, mencekoki bayi malang tersebut dengan ramuan air gula merah, asam dan minyak.

Amin juga mengaku, telah menjalin hubungan terlarang dengan Ayu sejak 1 tahun yang lalu. Hal tersebut berawal dari Ayu yang pernah curhat perihal rumah tangganya dengan sang suami. “Awalnya dia (Ayu, red) ribut sama suaminya. Terus ngobrol dengan saya,” katanya.

Sementara itu, Ayu yang merupakan ibu kandung Kartika Suci Rahayu mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga hilaf lantaran dijanjikan akan dinikahi Amin, setelah keduanya melarikan diri.

Ayu juga mengaku, telah melakukan hubungan terlarang dengan Amin saat dirinya sedang mengandung 5 bulan. “Dia (Amin, red) bilang mau diajari sholat dan ngaji,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Hari Budianto mengatakan, setelah melakukan penyelidikan yang mendalam, petugas unit Reskrim Polsek Telukbetung Selatan berhasil mengamankan kedua pelaku.

Amin, diamankan di rumah pribadinya di jl. WR. Supratman gg. Hj. Nawawi, Talang, Telukbetung Selatan. Sementara Ayu Olivia diamankan di wilayah Lampung Selatan.

Baca Juga:   Pencuri Gasak Sepeda Motor Penghuni Kosan

“Setelah melakulan penyelidikan yang mendalam, diketahui pelaku melakukan perbuatannya karena merasa malu dan takut perselingkuhannya diketahui oleh keluarga. Karena bayi dari Ayu mirip dengan pelaku. Karena itu pelaku akhirnya berencana untuk menghabisi nyawa si bayi,” katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya Amin sudah merencanakan hal tersebut sejak dua bulan yang lalu. Setelah membuat ramuan berupa air asam jawa, gula merah dan minyak Fanbo tersebut, pelaku menjalankan aksinya tiga hari kemudian.

Saat ditanya terkait adanya tindak kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Menurut Hari, pelaku hanya menekan hidung korban dengan tekanan yang sangat kuat, sampai korban kehabisan nafas. “Adapun tkp sendiri yakni jl. Yos Sudarso, gg. Cendana II, Bumiwaras, Bandarlampung,” katanya.

Bersama kedua pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa ramuan asam jawa dan gula merah, baju korban dan para pelaku.

Adapun untuk pasal yang diterapkan, yakni tindak pidana pembunuhan secara berencana dan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan meninggal dunia sesuai pasal 340 KHUPidana dan pasal 80 ayat (4) UU Perlindungan Anak.

“Untuk ancaman hukuman yakni hukuman mati,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan