Polisi Tangkap Pelaku Penjambretan yang Menewaskan Susiwati

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kasus penjambretan di flyover Pasar Tugu yang menewaskan Susiwati (73), pada Rabu (1/9) lalu akhirnya menemui titik terang. Itu setelah kepolisian berhasil menangkap satu orang yang diduga sebagai pelaku.

Informasi yang dihimpun, pelaku berhasil diamankan berinisial EP. Pelaku diduga beraksi bersama seorang rekannya di Pasar Tugu, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha R15 warna biru.


Pelaku juga diduga sempat beraksi di kawasan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung, sehari pasca gagal merampas barang berharga milik Susiwati di Pasar Tugu, Bandarlampung.

Pelaku berhasil diamankan tim gabungan Tekab 308 Polda Lampung bersama Polresta Bandarlampung dan Polsek Kedaton pada Minggu (5/9) malam.

Setelah melakukan penyelidikan selama hampir sepekan, tim gabungan tersebut akhirnya berhasil mengamankan pelaku di tempat persembunyian di daerah desa Hanura, Padang Cermin, Pesawaran.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasi membenarkan informasi penangkapan tersebut.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. “Iya benar itu,” katanya, Senin (6/9).

Pandra juga mengatakan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam. Anggota juga masih melakukan pengembangan guna mengejar rekan pelaku dalam aksi penjambretan tersebut.

Baca Juga:   Pencuri Gasak Sepeda Motor Penghuni Kosan

“Sekarang masih diperiksa oleh anggota dan dilakukan pengembangan,” tandasnya.

Sebelumnya, Dugaan aksi penjambretan berakhir maut yang dialami alm. nenek Susiwati (73) di bawah flyover Pasar Tugu, pada Rabu (1/9) pagi, masih menyisakan banyak pertanyaan.

Pasalnya, tas tangan dan barang berharga milik korban tidak ada yang hilang. Beberapa saksi di lapangan menduga, pelaku gagal mengambil barang korban dan kabur saat tau korban terjatuh.

Hal tersebut sempat diungkapkan Andi, kerabat korban. “Kalau barang-barangnya (korban, red) nggak ada yang hilang. Karena katanya gagal jambretnya,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Andi, pagi itu korban pergi bersama ojek langganan untuk belanja bahan dagangan di Pasar Tugu, sekitar pukul 5:15 wib.

Aktifitas itu memang telah rutin dilakukan korban yang biasanya berjualan makanan di jl. Putri Balau, Kedamaian, Tanjungkarang, Bandarlampung.

Namun, sesampainya di bawah flyover Pasar Tugu, sejumlah saksi mengatakan korban sudah tergeletak dijalanan setelah menjadi diduga menjadi korban penjambretan, sekitar pukul 5.40 wib.

Namun, saat sejumlah warga tengah berupaya menolong korban, sang ojek langganan justru menghilang setelah mengatakan akan meminta pertolongan.

Baca Juga:   Pengamat : KPK Harus Kembangkan Kasus Azis Syamsuddin

“Ojek langganannya pergi dari lokasi kejadian setelah penjambretan itu. Alasannya, dia mau cari ambulan. Tapi ambulan ngga dateng-dateng dan tukang ojeknya juga nggak balik lagi,” katanya.

Lantaran itu, sejumlah warga lantas berinisiatif untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, korban yang sempat mendapatkan perawatan di Graha Husada tidak dapat tertolong lantaran luka para di bagian kepala.

Terpisah, Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Ino Harianto saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut mengaku, anggotanya saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam.

Baik terkait motif pelaku serta kejadian yang sebenarnya. “Kita masih melakukan pengembangan, soal motif kejahatan. Apakah memang murni penjambretan atau ada motif lain,” katanya.

Ino juga membenarkan jika barang berharga korban tidak ada yag hilang. Anggotanya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian termasuk suami korban.

Namun, dia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut lantaran kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Sekarang masih dalam penyelidikan anggota, kita tunggu saja nanti hasilnya seperti apa,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan