Polres Waykanan Amankan Pelaku Curat HP di Baradatu


ILUSTRASI DOK. JAWAPOS.COM

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polsek Baradatu berhasil mengamankan terduga pelaku Curat (pencurian dengan pemberatan) di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan, Senin (9/5).

Tersangka inisial EMM (23), warga Kampung Cugah, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan.





Kapolres Waykanan AKBP Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim Polres Waykanan AKP Andre Try Putra menjelasakan, kejadian terjadi pada Sabtu, 23 April 2022, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan korban Ratna, yang baru pulang dari sholat tarawih.

Korban melihat pintu rumahnya dalam posisi terbuka. Setelah ia masuk ke dalam rumah ternyata 5 unit HP berbagai merek miliknya sudah tidak ada lagi.

Terpisah, pelaku juga diduga melakukan pencurian pada Minggu, 17 April 2022, sekitar pukul 13.30 WIB di rumah korban Sariman  Kampung Bumi Merapi, Baradatu, Waykanan.

Baca Juga:   Bupati Waykanan Lantik BPK Terpilih

Saat itu korban sedang tidur mendengar ada suara orang di belakang rumah, setelah dicek  ternyata benar bahwa ada orang baru keluar dari pintu dapur rumah korban dan mengambil 2 unit HP berbagai merek milik korban.

Atas kejadian tersebut, kedua korban langsung melapor ke Polsek Baradatu untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Pada Minggu, 8 Mei 2022, sekitar pukul 14.00 WIB, anggota Polsek Baradatu mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di Jalinsum Kampung Gedung Pakuon, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan.

Atas informasi tersebut petugas langsung menuju kelokasi dan berhasil mengamankan diduga pelaku curat, pada saat penangkapan petugas juga mengamankan satu bilah sajam jenis pisau yang berada di pinggang sebelah kiri pelaku.

Baca Juga:   Harga Sawit di Waykanan Terjun Bebas, Petani Menjerit

Kini pelaku dan barang bukti satu unit handphone korban dan sajam sudah diamankan di Mako Polsek Baradatu guna dilakukan penyidikan lebih Lanjut.

Atas perbuatannya pelaku dapat diancam dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dan 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Untuk sajam dapat dijerat  dengan pasal 2 ayat 1 Undang  Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (sah/sur)