Polresta Periksa Delapan Saksi Kasus Cek Kosong

  • Bagikan
Kasubag Humas AKP Titin Maezunah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polresta Bandarlampung memeriksa delapan saksi laporan cek kosong senilai Rp270 juta, yang diberikan Dirut PT Sarana Bumi Nasional (SBN) Edy Hasuan kepada pihak Asosiasi Angkutan Pengemudi Pelabuhan Panjang (A2P3).

Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polresta Bandarlampung melalui Kasubag Humas AKP Titin Maezunah. “Bahwa benar,  laporan sudah kami terima 11 Januari dan beberapa hari lalu sudah delapan orang yang kami periksa, saksi-saksi itu para anggota A2P3 juga,” katanya, Minggu(20/1).

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian dengan pihak bank mencari tahu kebenaran cek yang diberikan terlapor atas nama Dirut PT SBN. “Untuk itu kita juga akan segera berkoordinasi dengan pihak bank guna mengetahui kosong tidaknya cek yang dibayarkan terlapor,” ucapnya.

Baca Juga:   Polisi Minta Keterangan Saksi Ahli Pada Kasus Dugaan Korupsi

Selain itu, dalam waktu dekat petugas akan segera melayangkan surat panggilan terhadap pelapor untuk dimintai keterangan. “Tentu, segera kita panggil terlapor untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Asosiasi Angkutan Pengemudi Pelabuhan Panjang (A2P3) Hendri Dunan (34)  melaporkan Edy Hasuan  Direktur Utama  PT  Sarana Bumi Nasional (SBN)  ke Polresta Bandarlampung, dengan tanda bukti lapor (TBL)  nomor : TBL/B-1/165/I/2019/LPG/RESTA BALAM  11 Januari 2019.

Hendri melaporkan Edy Hasuan terkait dugaan penipuan pemberian cek kosong atas biaya ongkos tarikan muatan di Pelabuhan Panjang kepada anggota A2P3, yang bernama Gito Rolis, dengan nilai Rp 270 Juta.

“Kita melaporkan Edy Hasuan Direktur PT SBN vendor di Pelabuhan Panjang, yang diduga melakukan penipuan karena  memberikan cek kosong, untuk bayar biaya tarikan muatan di Pelabuhan Panjang, kepada  anggota A2P3, ” kata  Hendri Dunan, Minggu(13/1).

Baca Juga:   Terpidana Fee Proyek Lamsel Jalani Eksekusi Hukuman di Rutan Kelas I Bandarlampung

Hendri menjelaskan, cek senilai Rp270 juta tersebut tidak bisa dicairkan dan ditolak bank, saat akan dicarikan oleh Gito pada 14 Desember 2018. “Jadi saat cek akan dicairkan, malah ditolak bank, alasan saldo tidak mencukupi,” kata Hendri. (mel/sur)




  • Bagikan