Polresta Petakan Pelaku Curat dan Curanmor

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung terus berupaya menangani tindak kriminal, khususnya pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kota Tapis Berseri.

Belakangan, para pelaku bahkan tidak terlihat segan meski aksinya banyak terekam oleh kamera pengintai alias cctv. Video aksi tindak kriminal para pencuri itu pun tidak jarang menjadi viral di kalangan masyarakat.


Meski telah berupaya meningkatkan kewaspadaan, namun para pelaku pencurian selalu mampu mencari celah. Tidak hanya beraksi sendirian, para pelaku juga kerap berkelompok demi menggasak lebih banyak keuntungan.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana mengatakan, kedua kasus tersebut memang telah menjadi salah satu atensi Kapolda Lampung.

Baca Juga:   Pengamat: JTTS Ruas Terpeka Masuk Kategori Black Spot

Karenanya, saat ini Satreskrim Polresta Bandarlampung juga telah melakukan pendataan terkait tindak kejahatan yang telah terjadi di wilayah hukum mereka.

“Memang sudah kita lakukan pendataan-pendataan. Baik tindak pidana yang sudah terjadi maupun dpo-dpo (daftar pencarian orang, red) yang ada di kita,” katanya.

Di samping itu, sambung dia, pihaknya juga telah melakukan pemetaan pelaku guna melakukan upaya hukum yang harus ditegakan.

Terkait para pelaku yang berhasil terekam kamera pengawas saat melakukan aksinya. Resky mengaku, anggotanya memang sedikit mengalami kendala dalam upaya mengidentifikasi para pelaku.

Salah satunya, dalam mengidentifikasi plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku. Para pelaku diduga kerap mengganti plat kendaraan yang digunakan setelah selesai beraksi. Belum lagi, sejumlah pelaku kerap menutupi wajah dengan masker atau helm.

Baca Juga:   Polisi Akan Minta Keterangan Dari RT Setempat dalam Kasus Dugaan Perselingkuhan

“Kendala yang ditemukan petugas yakni kebanyakan pelaku menggunakan plat kendaraan yang berubah-ubah alias menggunakan plat palsu. Jadi kita mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi plat kendaraan yang digunakan pelaku,” tambahnya.

Ditanya tentang kemungkinkan adanya jaringan yang bermain dibelakang para pelaku. Resky mengaku, belum dapat memastikan. Lantaran sejauh ini, beberapa pelaku yang telah berhasil ditangkap merupakan orang-orang dari kelompok yang berbeda.

“Karena ketika kita melakukan penangkapan beberapa kali, bukan dengan orang yang sama dan kelompok yang sama. Artinya ini merupakan tindak pidanan yang memang dilakukan secara individual maupun kelompok, tapi tidak secara jaringan,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan