Polsek TbS Siapkan Pra-rekonstruksi Pembunuhan Bayi

  • Bagikan
Suasana otopsi korban pembunuhan bayi 9 bulan depan tempat pemakaman umum (TPU) wilayah Talang, Teluk Betung Selatan, Bandarlampung, Kamis (11/3). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polsek Telukbetung Selatan (TbS) tengah menyiapkan pra-rekonstruksi pembunuhan bayi 9 bulan yang dilakukan ibu kandung dan selingkuhannya. Sembari melakukan itu, kepolisian juga sedang menunggu hasil otopsi lanjutan yang telah dilakukan pada 11 Februari lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budianto. “Hasilnya (otopsi, red) belum keluar. Rencananya Senin akan kita cek lagi,” katanya melalui pesan singkat, Minggu (21/2).


Hari menambahkan, meski belum dapat membeberkan hari pasti pelaksanaan pra rekonstruksi tersebut, namun saat ini pihaknya masih melakukan persiapan. “Sudah kami siapkan. Nanti akan kita kabari,” singkatnya.

Untuk menjaga kondusifitas, rencananya pra rekonstruksi akan dilakukan di Mapolsek Telukbetung Selatan.

Sebelumnya, Polsek Telukbetung Selatan (TbS) masih menunggu hasil otopsi bayi 9 bulan yang tewas di tangan ibu kandung dan selingkuhannya. Otopsi tersebut telah dilakukan pada Kamis (11/2) pekan lalu.

Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budianto mengatakan, hasil otopsi sendiri baru dapat diketahui dua minggu, setelah hari pelaksanaan. Sembari menunggu, petugas juga sedang berupaya melengkapi berkas perkara yang dibutuhkan.

Baca Juga:   Bobol Minimarket, Pelaku Sempat Santai Hisap Rokok di Dalam TKP

“Kita masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik RS Bhayangkara Polda Lampung. Tapi kita juga sudah minta supaya hasil otopsinya bisa cepat diketahui. Karena ini juga menyangkut kepentingan penyidikan,” katanya, Senin (15/2).

Di samping itu, penyidik juga telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejari Bandarlampung. Hal ini juga diperlukan guna menggelar pra rekonstruksi dan rekonstruksi.

Targetnya, dalam pekan ini pra rekonstruksi sudah dapat dilakukan. “Untuk itu (pre rekonstruksi, red) mungkin akan kita lakukan di polsek. Karena menimbang kondusifitas saat pra rekonstruksi berlangsung,” katanya.

Di samping itu, saat ini pihaknya juga masih mencari dan memelengkapi barang bukti. Yakni botol minyak ramuan pencampur asem Jawa dan gula merah. “Itu juga masih berusaha untuk kita temukan. Termasuk mendalami dari Keterangan keduanya tersangka),” tandasnya.

Ya, usai meringkus dua tersangka kasus pembunuhan bayi 9 bulan, Polsek Telukbetung Selatan (TbS) kembali melakulan otopsi terhadap bayi malang tersebut, Kamis (11/2) siang. Otopsi dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) wilayah Talang, TbS.

Baca Juga:   Pamit Ambil HP di Rumah Teman, Remaja Ini Hingga Kini Tak Kunjung Pulang

Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Hari Budianto mengatakan, dalam pelaksanaan otopsi tersebut, pihaknya bekerja sama dengan dokter forensi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Otopsi dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban.

“Jenazah tersebut sudah diangkat dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Nanti setelah selesai akan kami kabari ke publik, apa hasil otopsi tersebut,” katanya kepada awak media di lokasi otopsi.

Dia melanjutkan, otopsi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Serta guna memastikan ada atau tidaknya tindak kekerasan yang dilakukan kedua tersangka terhadap korban.

“Kita ingin memastikan apa yang terjadi pada korban. Apakan telah terjadi kekerasan atau tidak dan apakah ada zat-zat lain atau tidak. Proses otopsi sendiri kemungkinan bisa empat jam baru bisa diketahui hasilnya,” tambahnya.

Sambung dia, petugas saat ini juga sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui peran masing-masing tersangka, khususnya eksekutor pertama dan lain-lain.

“Kita ingin tau gambarannya karena ada sedikit perbedaan sehingga tidak diketahui jelas. Tetapi nanti akan dilihat eksekutor pertamanya,” tandasnya. (ega/sur)




  • Bagikan