PPnBM Dongkrak Penjualan Unit Baru di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Salah satu kendaraan Daihatsu yang masuk dalam diskon PPnBM 100 persen. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hadirnya diskon 100 persen pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru di bawah 1500 cc sangat berpengaruh terhadap peningkatan penjualan selama tiga bulan terakhir. Walaupun masih di tengah pandemi Covid-19, penjualan tetap meningkat.

Seperti yang dikatakan Branch Head Daihatsu Lampung Cabang Ahmad Yani, Alex Budianto, setelah tiga bulan diterapkan relaksasi PPnBM 0 persen tersebut, terlihat peningkatan penjualan di dilernya.

“Sangat berpengaruh, dan mendongkrak penjualan mobil baru di diler kami. Apalagi saat awal diterapkan, antusias konsumen sangat tinggi,” ujarnya, Senin (14/6).

Dikatakannya, jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) pada Maret tercatat 155 unit untuk semua tipe, termasuk yang tidak terkena diskon PPnBM. Namun, untuk tipe yang termasuk ke dalam diskon PPnBM, pada Maret tercatat ada 61 unit mobil yang dipesan oleh konsumen.

Baca Juga:   Dirut PLN Raih Penghargaan CEO Terbaik dari The Iconomics

Meski mengalami penurunan pemesanan pada April dan Mei, yang masing-masing 47 unit, dan 41 unit, tetap terlihat tumbuh positif untuk penjualan unit baru yang masuk dalam PPnBM 0 persen.

“Tipe-tipe kendaraan yang masuk dalam PPnBM 0 persen ini memberikan kontribusi yang cukup besar untuk mendongkrak penjualan, naiknya itu lebih signifikan. Meski di April dan Mei, terlihat menurun untuk jumlah SPKnya, tetapi tetap tumbuh dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Terkait info akan diperpanjangnya diskon PPnBM 100 persen tersebut, Alex mengaku menunggu keputusan dari kantor pusat, namun pada prinsipnya, pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Kalau infonya kami sudah dengar, kami juga menunggu dari kantor pusat terkait perpanjangan itu, kapan berlakunya dan lainnya. Kita akan mengikutinya, dan jika sudah pasti, kami akan informasikan ke konsumen,” ucapnya.

Baca Juga:   Peringati Hari Anak Nasional, BRI Renovasi Sekolah di Wilayah Tapal Batas Indonesia

Jika PPnBM 0 persen diperpanjang, pihaknya berharap antusias dan gairah konsumen untuk membeli kendaraan baru kembali tinggi.

“Kita juga berharap, penjualan juga meningkat seperti saat awal PPnBM diterapkan. Setidaknya, optimis akan tumbuh lagi sekitar 50 persen,” ucapnya. (rur/sur)




  • Bagikan