PPNI Targetkan Satu Daerah Miliki Satu Perawat


RADARLAMPUNG.CO.ID – Guna menunjang pelayanan kesehatan di desa, Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung Puji Sartono menargetkan setiap desa di Lampung miliki satu perawat disetiap desanya.

“Di Lampung program 1 desa 1 perawat baru ada di beberapa kabupaten yang sudah terlaksana seperti di Kabupaten Lampung Selatan, Metro, untuk Bandarlampung 1 desa lebih dari 1 perawat, tetapi yang ada di provinsi lain sudah maksimal seperti Provinsi Sulawesi Tenggara hampir merata 1 desa 1 perawat. Karenanya dengan mendapatkan dukungan dari pak gubernur, kita akan wujudkan itu di Lampung,” ujar Puji, usai Pelantikan Dewan Pengurus, Dewan Pertimbangan, dan Perwakilan Majelis Kehormatan Etik Keperawatan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung Periode 2022-2027, di Ballroom Swissbell Hotel, Kamis (31/3).





Dia menyebutkan, Sumber Daya Manusia (SDM) di PPNI Lampung sudah mencukupi. Hanya saja, nantinya perlu perencanaan lebih kedepannya.

“Ya kalau tadi dari Pak Gubernur akan meminta kepada bupati dan walikota untuk dapat menindaklanjuti program tersebut dengan memaksimalkan anggaran yang ada. Apalagi SDM kita yang sudah masuk PPNI ada 19 ribu anggota. Ini akan kita maksimalkan,” tambahnya.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi juga mendukung penuh target PPNI Lampung tersebut.

“Iya saya mendukung penuh, karena perawat di desa itu diperlukan. Karena perawat mampu menekan angka stunting dan disabilitas. Karena butuh penyuluhan yang dilakukan secara intensif kepada calon pengantin, terutama di desa,” ungkap Arinal.

Arinal juga berharap, pelantikan ini menjadi momentum langkah awal untuk membangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka memantapkan dan meningkatkan semangat juang untuk terus membangun kesehatan di Provinsi Lampung.

Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar di Indonesia, dengan persentasenya mencapai 60% dari seluruh tenaga kesehatan di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah perawat di Indonesia mencapai 511.191 orang pada 2021.

Jumlah itu meningkat 16,65% dari tahun sebelumnya yang sebesar 438.234 orang. Melihat trennya, jumlah perawat di dalam negeri cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir. Jumlah yang sangat potensial untuk mengisi kebutuhan di dalam atau luar negeri.

Berdasarkan data tersebut, kata Gubernur, peran perawat sangat strategis bagi peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, bukan hanya untuk pemenuhan pelayanan kesehatan, tetapi juga membantu Pemerintah untuk mempercepat pengentasan masalah kesehatan, seperti : kasus diare, angka kematian ibu, stunting, penanganan gizi buruk, TBC dan hipertensi.

Gubernur Arinal menambahkan, tentu, Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam mewujudkan masyarakat sehat. Untuk itu, perawat melalui pendekatan keluarga diharapkan aktif mendatangi masyarakat sehat guna melakukan upaya pencegahan yakni gerakan pencegahan munculnya berbagai penyakit.

“Keberadaan yang lebih dekat dengan masyarakat merupakan upaya promotif-preventif untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit pada masyarakat,” kata Gubernur.

Perawat dalam pembangunan kesehatan khususnya di Desa/Kelurahan diharapkan akan mendorong terciptanya “Desa/Kelurahan Sehat”, kemudian “Kecamatan Sehat”, “Kabupaten/Kota Sehat” dan pada akhirnya tercapai “Provinsi Lampung Sehat” menuju Lampung Berjaya Indonesia Hebat.

Gubernur melanjutkan, Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan bagi Perawat saat menjalankan tugas, memberikan perhatian yang bekerja di fasilitas kesehatan masyarakat, terutama yang bertugas di daerah terpencil, kepulauan terluar, perbatasan atau daerah rawan konflik.

Selain itu, Pemerintah akan terus meningkatkan SDM Perawat untuk semakin unggul & kompetitif terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang menuntut perawat untuk lebih mengenal teknologi khususnya dalam bidang kesehatan, demi meningkatkan kompetensi dan keterampilan calon Perawat sesuai kebutuhan pasar global, serta sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan Perawat.

“Melalui momentum ini, saya berharap para perawat untuk tetap memelihara komitmen yang tinggi dan membangun kerjasama antara tenaga kesehatan. Saya juga meminta para perawat mampu memberikan pelayanan yang bermutu dan aman dengan berpegang pada kode etik, standar profesi dan praktik serta perundang-undangan yang mengatur praktik keperawatan lainnya,” tambahnya lagi. (rma/yud)