PPSS ke XXIII Hidupkan Kebudayaan Lampung dan Sumatera

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka kegiatan Pameran dan Pagelaran Seni Se Sumatera (PPSS) ke XXIII di gelar di Taman Budaya Lampung Kamis (5/9). Foto Rima/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Pameran dan Pagelaran Seni se-Sumatera (PPSS) ke XXIII digelar di Taman Budaya Lampung, Rabu-Sabtu (4-7/9). Gubernur Lampung Arinal Djinaidi membuka langsung kegiatan yang diikuti enam provinsi yakni, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.

Dalam sambutannya Arinal mengatakan bahwa di antara sekian banyak aset dan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia, Budaya menjadi salah satu aset yang hampir tak tertandingi oleh bangsa lain di dunia ini.

Mulai keragaman dan kekayaan nilai dan bentuk ekspresi seni budaya yang dimiliki  Lampung harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak yang lebih optimal lagi.

“Saya tadi agak diam saat mendengar apa yang dilaporkan oleh ketua UPT Taman Budaya Lampung. Apa sih taman itu? taman itu hubungannya adalah sebuah hamparan yang dihidupi oleh tumbuhan dan tumbuhan itu bersifat hortikultura tetapi terkandung makna Jangan hanya definisi tetapi maksud yang lebih luas taman itu merupakan satu hamparan budaya artinya mudanya itu bisa dikembangkan dan untuk masyarakat yang lebih luas dan budaya perekat yang tajam,” ujar Arinal.

Karena itu, Arinal ingin ke depan tidak hanya rutinitas seperti ini saja. Namun, Taman Budaya melakukan pameran pagelaran se-sumatera tetapi ada di Lampung seperti ini harus dipisahkan.

“Oleh karenanya tahun depan tahun 2020 saya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan bersama Kepala Dinas Pariwisata festival Krakatau itu isinya adalah pameran Pagelaran Seni Budaya pameran se Sumatera,” tambahnya.

Gelarannya, lanjut Arinal, boleh dilakukan satu minggu atau tiga hari tergantung kondisi keuangan Pemprov Lampung.  “Dalam satu tahun kita menyelenggarakan festival dan sebagainya di salah satu di antaranya festival Krakatau. Tetapi maknanya mengandung seni budaya murai dari Aceh hingga ke Lampung,” lanjutnya.

Karena itu, program se-Sumatera ini harus ditingkatkan kualitas dan mutunya untuk semua potensi lukisan, tarian dan suara. “Saya akk membuat Lampung kaya festival, walaupun kita mengajak provinsi lainnya tapi dari Lampung akan kaya untuk indonesia,” tandasnya. (rma/kyd)


Baca Juga:   Update Covid-19 : Lima Daerah di Lampung Ini Masuk Zona Merah


  • Bagikan