Prabowo-AHY Berpasangan, SBY Siap Turun Lapangan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pertemuan Prabowo Subianto dengan Susilo Bangbang Yuhyono (SBY) terpaksa ditunda akibat kondisi Ketua Umum Partai Demokrat itu harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto sebelum waktu pertemuan dilakukan, Selasa (17/7) kemarin. Pertemuan yang direncanakan berlangsung di kediaman SBY di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan itu untuk membahas terkait langkah koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Demokrat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Seperti terlihat di media-media online hingga media sosial, SBY nampak sedang dirawat di RSPAD Gatot Subroto dan dibesuk oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ditemani oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), istri SBY Ani Yudhoyono dan petinggi partai Demokrat.

Ketua Dewan Perwakilan Pusat (DPP), Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan, kedatangan Prabowo menjenguk SBY di rumah sakit sebagai sahabat lama, tidak ada kaitan dengan politik. Meski sebelum SBY dirawat, Partai Gerindra dan Demokrat sudah berencana untuk menggelar pertemuan untuk membahas arah koalisi di Pilpres 2019.

“Ini pertemuan dua sahabat. Kalau untuk bicara politik sudah diagendakan ulang minggu depan. Ini murni kunjungan seorang sahabat ke sahabatnya yang sedang sakit,” kata Jansen kepada Fajar Indonesia Network (grup radarlampung.co.id), di Jakarta, Kamis (19/7).

Dikatakan ahli hukum kepresidenan era SBY itu, langkah membicarakan sikap politik di rumah sakit tidaklah begitu efektif. Selain itu, kondisi SBY juga belum baik untuk membicarakan hal-hal yang berat seperti Pilpres 2019.

Baca Juga:   Warga Raman Utara Temukan Avanza Tak Bertuan Terperosok ke Saluran Irigasi

“Lagian kan ini rumah sakit milik Pemerintah, tentara lagi. Rumah sakit itu milik publik juga, tak mungkin bicara politik disanakan. Apalagi politik besar seperti Pilpres harus dalam kondisi sehat. Tak mungkin sedang sakit. Jadi itu murni kunjungan sahabat, kunjungan keluarga,” jelasnya.

Tempat berbeda, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menuturkan, peluang pasangan Prabowo-AHY sangat terbuka setelah langkah komunikasi politik terus dilakukan antara dua partai. Tak hanya itu, mesin Partai Demokrat dan SBY juga akan turun langsung bekerja untuk kemenangan.

“Semua masih sangat terbuka. Apalagi kalau kekuatan SBY dengan mesin Partai Demokrat dan tokoh muda AHY yang terus bekerja,” ucap Hinca kepada Fajar lewat pesan singkatnya.

Hinca juga menambahkan, duet Prabowo-SBY di Pilpres 2019 nanti bisa menjadi pasangan yang hebat untuk Indonesia ke depan. Selain itu, langkah nyata SBY akan terlihat bila duet ini benar-benar terjadi. “Karena itu dan bisa jadi new probowo dan new leader menjadi duet yang hebat. Mesin partai turun all out dan Pak SBY juga turun. Apalagi AHY, pasti bisa,” yakinnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria membenar jika kunjungan Prabowo ke RSPAD Gatot Subroto tidak membicarakan sikap politik di Pilpres 2019, karena kunjungan itu hanyalah silaturahmi pertemuan kunjungan atau membesuk SBY. Dalam pertemuan itu juga, Prabowo dan SBY terlibat pembicaraan ringan.

“Iya memang rencana awal kemarin itu adalah pertemuan Pak SBY dan Pak Prabowo membahas masalah-masalah bangsa, Pemilu dan Pilpres. Namun karena mendadak Pak SBY harus istirahat sakit di rumah sakit, jadi tidak jadi pertemuan membahas tentang politik, tentang bangsa, negara dan Pemilu,” kata Riza di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

“Pak Prabowo justeru berkunjung membesuk Pak SBY yang sedang sakit istirahat di RSPAD. Jadi pertemuan di RSPAD itu hanya pertemuan silaturahmi, kunjungan atau membesuk Pak SBY saja, bahas yang ringan-ringan tidak membahas yang serius, tidak membahas soal Pemilu, politik apalagi soal Pilpres. Jadi saya kira Pak SBY dan Pak Prabowo adalah teman lama, sahabat lama yang satu angkata di Akmil dan sama-sama Ketua Umum, sama-sama tokoh bangsa. Saya kira baik sekali pertemuan-pertemuan antara kedua tokoh dan nanti setelah Pak SBY sudah cukup istrahatnya, sudah pulih, sudah sembuh akan diulang pertemuan membahas tentang politik tentang bangsa, negara dan kepentingan rakyat. Tentu juga tentang Pemilu dan Pilpres 2019,” sambungnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR-RI itu melanjutkan, pertemuan Prabowo dan SBY yang tertunda itu akan kembali dilakukan setelah kondisi Presiden ke-6 itu sehat. “Ya Insya Allah nanti ada pertemuan yang meneruskan pertemuan sebelumnya terkait dengan politik, Pemilu dan Pilpres. Nanti dijadwalkan setelah Pak SBY sembuh. Diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari harus istirahat. Saya kira secepatnya setelah beliau keluar dari rumah sakit,” akuinya. (FIN/ang)




  • Bagikan