Pria Korban Tabrak Lari Tanpa Identitas Dimakamkan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) memakamkan korban tabrak lari yang viral lantaran diduga jasadnya terseret hingga 8 Km. Dari keterangan RSUDAM, korban dinyatakan sebagai Mr. X lantaran tidak ada identitas.

Petugas forensik RSUDAM Amri Tuah Manik menjelaskan, jenazah dimakamkan oleh RSUDAM, Senin (17/5) pagi di TPU khusus tanpa identitas di daerah Jagabaya. Hal itu, kata dia, lantaran hingga tiga hari jasad korban tabrak lari tidak diambil pihak keluarga.

“Sudah kita kuburkan. Jenazah saat diantar Satlantas Polresta Bandarlampung tanpa identitas. Dan sampai hari ketiga, tidak ada pihak keluarga yang mengklaim,” ujarnya.

Ia mengatakan dari hasil visum, terdapat banyak luka di tubuh korban. Luka terbuka terutama di bagian punggung, kaki, tangan, hingga sebagian wajah. “Luka di sebagian wajah. Tapi masih bisa dikenali,” ujarnya. Dari perkiraan, kata Amri, jasad tanpa identitas itu berusia sekitar 50 tahun.

Baca Juga:   PTUN Kabulkan Gugatan Fiyanti Mala

Sayangnya, Kanit Lakalantas Polresta Bandarlampung Ipda Jahtera belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan kasus dugaan tabrak lari itu. Meski ponselnya dalam keadaan aktif namun tak kunjung direspon.

Diketahui, kecelakaan nahas yang menewaskan seorang pejalan kaki, terjadi di sekitar Jl. Hasyim Ashari, Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Kamis (13/5) malam.
Korban yang belum diketahui identitasnya tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terjepit di bawah mobil dan diduga sempat terseret sejauh 8 kilometer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hal itu diketahui bermula dari adanya pengendara motor yang terlihat mengejar sebuah mobil jenis Toyota Vios warna putih, dengan nomor polisi B 1044 KTH. Saifullah (36) mengatakan, pengemudi mobil tersebut kabur melintasi gang kecil yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga:   Mantan Pejabat Pemprov Lampung Ditahan Kejati Lampung

“Dia (pengemudi, red) diteriaki, disuruh berhenti katanya habis nabrak orang,” katanya. Korban diketahui sempat tersangkut di kolong mobil tersebut dan terseret sekitar 8 kilometer. Warga yang berkumpul kemudian bersama-sama membalikan mobil untuk menyelamatkan korban. (nca/sur)



  • Bagikan