Prihatin! 15 tahun Berdiri, LKS Disabilitas Lamsel ‘Dicueki’ Pemerintah

  • Bagikan
LKS Penyandang Disabilitas Lamsel telah mengadakan pelatihan keterampilan menjahit Perca Berkarakter selama dua hari (sabtu-minggu). Foto : ist for Radarlampung.co.id.

radarlampung.co.id – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Penyandang Disabilitas Lampung Selatan (Lamsel) sungguh prihatin, sejak berdiri selama 15 tahun dan memiliki Badan Hukum sudah dua tahun lalu, Lembaga tersebut belum juga dilirik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel.

Ketua LKS Penyandang Disabilitas, Triyanto mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan khusus anggota Disabilitas, seperti mengadakan pelatihan maupun memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh anggota.

Namun, dalam pelaksanaannya, LKS Penyandang Disabilitas mengumpulkan biaya secara swadaya. Hal ini dilakukan karena belum ada bantuan dari Pemkab Lamsel untuk mendukung warga Disabilitas yang ada di Kabupaten Lamsel.

“Ya kami sebenarnya mengharapkan bantuan dari pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada. Sekarang ini kan kami sudah berbadan Hukum. Kami berharap tahun 2020 lembaga kami mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” ungkap Triyanto, minggu (3/11).

Baca Juga:   Polres Lamsel Amankan Pelaku Pemalsuan Surat Rapit Antigen di Bakauheni

Menurutnya, beberapa waktu lalu, tepatnya hari senin (14/10), lembaganya mengajukan proposal kepada pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Lamsel untuk mengadakan pelatihan keterampilan menjahit Perca Berkarakter seperti Hiasan Meja, Hiasan Dinding, Taplak dan Keset.

“Tapi sampai saat ini, nggak ada bantuan itu. Dari pada kami menunggu yang tak jelas, lebih baik kami swadaya untuk mengadakan pelatihan itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pelatihan keterampilan menjahit Perca Berkarakter yang dilakukan selama dua hari sabtu-minggu (2-3/11) ini, diikuti sekitar 70 anggota Disabilitas yang tersebar di seluruh Lampung Selatan.

“Kalau anggota kami (LKS Penyandang Disabilitas) seluruhnya ada sekitar 155 orang. Yang ikut pelatihan 70 orang,” ucapnya.

Baca Juga:   Polres Lamsel Amankan Pelaku Pemalsuan Surat Rapit Antigen di Bakauheni

Menurutnya, diadakannya Pelatihan tersebut, agar anggota Disabilitas dapat membuat suatu barang yang dapat menghasilkan materi (uang). Sebab, permintaan Perca Berkarakter, sangat dimintai dipulau Jawa, sehingga LKS Penyandang Disabilitas Lamsel perlu membuat pelatihan itu agar para anggota mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang.

“Mudah-mudahan Hati Pemerintah Daerah terbuka untuk membantu membuat pelatihan khusus Penyandang Disabilitas,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial, Dulkahar, saat Radarlampung.co.id menghubungi ponselnya, meski dalam keadaan aktif, pihaknya tak menjawab telpon tersebut, pesan WhatsApp yang dikirimkan pun meski dalam keadaan terkirim, dirinya tak menjawab. (yud/wdi)




  • Bagikan