Pro-kontra Pengundian Pasar Smap, Disdag: Jika Ada yang Tidak Sesuai Akan Diklarifikasi

  • Bagikan
Suasana basement pasar Smep pasca renovasi yang siap ditempatkan pedagang setempat, Senin (11/10). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Suasana basement pasar Smep pasca renovasi yang siap ditempatkan pedagang setempat, Senin (11/10). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Perdagangan (Disdag) setempat telah melakukan pengundian tempat kepada pedagang yang telah didata sejak pada 2019 lalu, untuk mengisi Pasar Smep, pada Sabtu (9/10) lalu.

Pasca pengundian beberapa keluhan bermunculan. Seperti diungkapkan salah satu pengurus Himpunan Pedagang Pasar Smep (HPPS) yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, masih terdapat sejumlah permasalah yang harus dibenahi di pasar tersebut.


Di mana, dirinya mengaku mengetahui bahwa wali kota meminta pasar smep segera diisi. Namun, ia menilai pengisian pasar tersebut terkesan terburu-buru, dikarenakan sarana perasarananya masih belum memadai.

“Memang katanya sembari berjalan mau dilengkapi. Malam Selasa lalu memang kami diminta kumpul membahas ini,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Senin (11/10).

Baca Juga:   Nelayan Sukaraja Keluhkan Tumpukan Sampah

Sebab dirinya mendapat informasi bahwa Dinas PU tidak akan melengkapi atau memperbaiki fasilitas pasar smep jika belum ada aktivitas dari masyarakat. “Soalnya sering barang hilang, kaca pecah, dan sebagainya kalau kosong,” ucapnya.

Disinggung adakah ketidaksesuaian tempat yang didapat, ia tidak membantahnya, dari beberapa laporan anggota HPPS kepadanya, ada beberapa pedagang yang harusnya mendapat kios namun mendapatkan hamparan, begitu juga sebaliknya.

“Ya seperti tukang bubut ayam, dia punya mesin bubut, masak dapat hamparan,” ucapnya.




  • Bagikan