Produksi Bawang Cukup Baik, Pemasaran Jadi Kendala

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Bawang merah dan bawang putih menjadi komoditas hortikultura yang mulai dikembangkan di Lampung Barat. Hasil produksinya cukup tinggi.

Namun pemasarannya masih terkendala. Ini menyebabkan petani ragu untuk terus membudidayakan dua jenis bawang tersebut.


Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lambar Patoni mengungkapkan, pada 2019, Kecamatan Sukau dan Balikbukit menjadi daerah sasaran pengembangan dua jenis bawang. Petani mendapat bantuan benih dari Pemprov Lampung.

”Tingkat produksi sangat tinggi. Bawang putih mencapai 18,7 kuintal untuk Kecamatan Sukau. Kemudian sekitar 40 kuintal di Balikbukit. Untuk produksi bawang merah, hampir empat kali lipat dari produksi bawang putih,” kata Patoni di ruang kerjanya, Senin (22/6).

Baca Juga:   Dissos Lambar Alokasikan 600 Santunan Kematian Dalam APBD-P

Dilanjutkan, saat ini petani kesulitan untuk memasarkan komoditas tersebut. Selain tidak ada agen yang siap menampung, kualitas, khususnya bawang merah masih kalah dengan bawang dari Brebes.

”Ada perbedaan untuk bawang merah yang dihasilkan petani di Lambar. Di mana, bawang merah yang dihasilkan petani di Lambar memiliki kandungan air cukup tinggi. Sehingga saat digoreng tidak serenyah bawang merah Brebes,” kata dia.

Kendala tersebut sudah dilaporkan ke Pemprov Lampung. “Sudah dilaporkan ke provinsi dan mendapat respon baik. Tahun ini Lambar kembali mendapat bantuan pengembangan bawang dengan luas 10 hektare,” sebut dia. (nop/ais)




  • Bagikan