Produksi Ikan Air Tawar di Lambar Capai 650 Ton Per Bulan

  • Bagikan
Salah satu sistem budidaya ikan air tawar menggunakan keramba jaring apung (KJA). Produksi tahun ini melebih target yang ditetapkan. FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lampung Barat saat ini menjadi sentra penghasil ikan air tawar di Provinsi Lampung. Khususnya ikan Nila. Dalam satu bulan, produksi mencapai 650 ton, yang berasal dari pembudidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Ranau, Kecamatan Lumbokseminung. Kemudian melalui kolam yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lambar Umi Fitriyah mengungkapkan, dengan 4.000 KJA, rata-rata produksi mencapai 400 ton per bulan.


”Untuk KJA, dipusatkan di Danau Ranau. Sementara kolam, tersebar di sejumlah kecamatan. Khususnya Sumberjaya, Kebuntebu dan Gedungsurian yang saat ini menjadi wilayah dengan perkembangan pembudidayaan ikan air tawar cukup pesat,” kata Umi Fitriah.

Umi mengungkapkan, produksi dan permintaan pada masa pandemi virus Corona cenderung stabil. Sasaran pemasaran terbesar adalah Jawa Barat, Jakarta dan Sumatera Selatan.

Baca Juga:   Pemkab Lambar Sudah Habiskan Rp10 M Tangani Covid-19

”Rata-rata untuk satu pemilik keramba (KJA), mampu mengirimkan sebanyak dua ton ke Jawa Barat, Jakarta maupun Sumatera Selatan. Selain produksi yang cenderung stabil, pemasaran di masa pandemi juga tidak terhambat,” urainya.

Kendala saat ini adalah pakan, masih menggantungkan pasokan dari luar. Padahal dengan potensi yang ada, Lambar sudah layak memiliki perusahaan produksi pakan sendiri.

”Tetapi berdasarkan kajian, untuk pendirian perusahaan pakan, banyak sekali pertimbangan. Sebab jika hanya memproduksi untuk kebutuhan dari KJA maupun kolam bududaya, itu kurang menguntungkan bagi perusahaan,” tandasnya. (nop/ais)




  • Bagikan