Produksi Stok kWh Meter Terbatas

  • Bagikan
Ilustrasi PLN

radarlampung.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung mengakui adanya ketidak seimbangan antara stok kWh meter yang didistribusikan oleh pusat dengan jumlah pertumbuhan pelanggan PLN setiap bulannya.

Ini mengakibatkan pelanggan harus mengantre untuk mendapatkan layanan listrik, khususnya mereka penghuni rumah baru.

Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Jurnawin menjelaskan, untuk saat ini pengadaan kWh meter memang dilakukan oleh pusat dengan menunjuk 2 pabrikan untuk melayani kebutuhan kWh meter listrik se-Indonesia.

“Jadi memang ada keterbatasan pembuatan kWh meter dari pabrikan yang harus didistribusikan keseluruh Indonesia. Ini karena jumlah produksi (kWh meter, red) dan pertumbuhan calon pelanggan yang tidak sepadan,” katanya, Rabu (4/11).

Baca Juga:   Triwulan II 2021, Laba bank bjb Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Bulan lalu, kata dia, Lampung mendapatkan stok sekitar 6 ribu unit kWh meter. Jumlah itu pun langsung dibagi ke 3 UP3 yang ada di Lampung sesuai dengan kebutuhan. Diantaranya UP3 Tanjungkarang yang membawahi sebagian Pesawaran, Lampung Selatan dan Bandarlampung.

Kemudian UP3 Metro yang membawahi 7 kabupaten/kota mulai dari Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Metero dan sebagian Tulangbawang. Serta sisa kabupaten lainnya yang berada di bawah UP3 Kota Bumi.

“Distribusi kWh meter ini sendiri dilakukan setiap bulan. Jadi kuota material yang datang disesuaikan dengan kuota daftar tunggu, mana yang daftar tunggunya lebih banyak akan mendapat Kwh meter sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” pungkannya. (Ega/yud)




  • Bagikan