Program SMK-D2 Fast Track Digagas di Lampung

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Program SMK-D2 Fast track mulai digagas di Lampung. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, SMK Provinsi Lampung Moh Edy Harjito mengatakan program ini merupakan program yang menghubungkan pendidikan anak-anak yang bersekolah di SMK selama 3 tahun. Kemudian berlanjut satu tahun magang di industri dunia usaha dan dunia kerja (Iduka), dan setengah tahunnya kuliah di Politeknik.

“Jadi, setelah 4,5 tahun anak lulus dia dapat ijazah SMK, ijazah D-2 Politeknik dan sertifikat kompetensi dari Iduka. Untuk menuju ke sana harus ada MoU antara SMK, Politeknik dan Iduka. Setelah itu menyusun kurikulum dengan disesuaikan dengan Politeknik dan Iduka,” jelas Edy Jumat (19/2).


Saat ini, program ini di Lampung sudah hampir MoU dan menyusun kurikulum dan kesepakatan lainnya. namun belum semua jurusan, karena sejauh ini tidak semua jurusan di SMK ada di Politeknik.

Baca Juga:   Unila Kembali Lahirkan Guru Besar, Kali Ini Bidang Konseling

“Saat ini kami menyusun pilot project yang sesuai di SMK, Iduka dan Polinela. Tahun ini kita coba ke Polinela dulu, tapi bisa jadi tahun depan merambah ke lain. Misalnya, polinela belum ada teknik rekayasa, maka bisa saja jalin kerjasama ke Polman Bandung. Ini bisa saja ke Solo, Palembang. Karena ini program baru kita selesaikan di internal kami dulu di Lampung. Dan kami carikan jurusan yang sesuai dengan 3 unsur itu,” jelasnya.

Contohnya, untuk jurusan teknik Informasi dan komunikasi. SMK ada jurusan TKJ, Polinela punya bidang keahlian TIK. Kemudian Telkom kompetensi bidang TIK, maka jadi satu ngobrol jadi satu dengan program ini. Maka 3 tahun SMK, 1 tahun iduka Telkom, setengah tahun di Politeknik.

Baca Juga:   Kagumi Arsitektur Universitas Teknokrat Indonesia, Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Siap Teken MoU

Dan untuk jurusan yang sudah bisa dilakukan saat ini di Lampung ialah untuk jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan), karena kami harus liat kesiapan Iduka dan Polinela. “Ini idukanya banyak dan di berbagai SMK juga ada. Insyaallah menyusul bidang pertanian. Tapi kami juga masih menyusul petunjuk teknis dari Kementerian sendiri karena belum ada sampai saat ini. Yang penting kami sudah jemput bola agar Lampung bisa bergerak untuk itu. Tapi gambarannya seperti itu,” jelansya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan