Program Transportasi Listrik Tubaba Terkendala Anggaran

  • Bagikan
Bupati Tubaba Umar Ahmad. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Lantaran terkendala anggaran, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) harus menunda program pengadaan transportasi berbasis listrik yang direncanakan tahun 2021. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Tubaba, Marwan.

Program itu baru sebatas MoU pada 11 Februari 2021 lalu, oleh Bupati Umar Ahmad antara Pemerintah Kabupaten Tubaba dengan PT. INKA sebagai penyedia barang dari Madiun, dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) sebagai pihak yang melakukan studi, tentang kerjasama pengembangan transportasi berbasis listrik di kabupaten setempat.


“Program itu anggarannya besar, karena jika melihat rencana awal kita menginginkan ada 3 jenis transportasi listrik itu, yakni kereta, bus listrik, dan perahu listrik. Tetapi, melihat keadaan anggaran yang belum mendukung, maka proposal kita saat ini baru sebatas untuk 5 unit Bus listrik dengan muatan penumpang 15-20 orang,” katanya.

Lanjut dia, untuk pengadaan bus listrik atau mikro bus itu saja setidaknya menyiapkan dana sekitar Rp20 miliar, karena 1 unit Bus listrik harganya Rp2 miliar, dan ditambah depo tempat pengecasan bus tersebut Rp10 miliar.

“Jika melihat keadaan anggaran saat ini ditambah situasi Pandemi Covid 19, maka program tersebut dipastikan tidak akan terealisasi pada tahun ini, bahkan tahun 2022 juga kita masih belum ada pembahasan,” jelasnya.

Menurutnya, program transportasi berbasis listrik itu ditujukan untuk dunia wisata, sehingga setiap yang datang ke Tubaba, nantinya pengunjung akan diparkirkan di Islamic Center, dan akan dibawa berkeliling dengan bus listrik ke seluruh destinasi yang ada, mulai dari Las Sengok, Uluan Nughik , Patung Empat Marga, dan lain-lain.

“Kita berharap program itu bisa terealisasi meski tidak dalam waktu dekat, karena ini bisa meningkatkan pula pendapatan asli daerah dari sektor dunia kepariwisataan, serta membantu ekonomi masyarakat.”imbuhnya. (fei/rnn/wdi)




  • Bagikan