Provinsi Lampung Level 1, Vaksin Capai 20,47%

  • Bagikan
Kadiskes Lampung Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Provinsi Lampung menjadi satu-satunya Provinsi di luar Jawa Bali yang berstatus level assessmen satu. Sehingga Lampung bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, pada Senin (27/9) malam. “Berdasarkan data tanggal 26 September, di luar Jawa-Bali untuk provinsi yang level asesmen satu itu hanya Provinsi Lampung,” katanya.


Menanggapi hal ini, kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengungkapkan penilaian tersebut memang dilakukan pemerintah pusat. Di Lampung juga sudah ada satu daerah yang masuk PPKM level satu, yaitu Waykanan.

“Kita lihat hasil dari dasboard Kemenkes, jadi memang ada yang sudah level satu tapi belum semua. Jadi kemenkes setiap hari dasboard nya berubah, nggak sama. Kita sebenarnya PPKM berdasarkan Inmendagri sampai 4 Oktober, tapi sudah ada yang level satu menurut Kemenkes. Yang sudah level satu itu Waykanan, yang lain belum tahu karena belum ada info,” beber Reihana.

Baca Juga:   Penetapan UMP, Disnaker Lampung Tunggu SE Menaker

Selanjutnya, vaksinasi di Lampung juga terus berjalan. Per Selasa (28/9) vaksinasi di Lampung berdasarkan data https://vaksin.kemkes.go.id/#/provinces , vaksinasi di Lampung sudah mencapai 20,45%.

“Untuk vaksinasi kita sudah 20,45%. Yang kita terima 20,73%. Tentu kita sedang berjalan vaksinasi, memang kemarin harus dapat Jumat tapi datang Senin. Banyak kosong juga di Puskesmas. Dan kemarin sudah sampai dan distribusi ada yang sudah, mudah-mudahan bisa kembali di gelar lagi,” tambahnya.

Saat ini diakui Reihana tren kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung memang menurun. Namun kinerja Dinas Kesehatan tidak boleh menurun.

“Kasusnya memang sudah cenderung menurun, tapi jajaran dinkes tetap tidak bisa lengah tracing, testing, dan treatment selain itu prokes di lapangan harus ketat, vaksinasi terus kita kejar agar yang terkena paling tidak gejalanya tidak terlalu parah atau tanpa gejala,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan