Proyek Jalan Bikin Kakam Tersinggung, Tuding Pekerja Tidak Minta Izin

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pengerjaan proyek jalan di Kampung Sri Rejeki Blambangan Umpu Way Kanan menuai kemarahan kepala kampung setempat. Pihak aparat kampung menuding pengerjaan proyek tidak dikomunikasikan dulu dengan aparat kampung.

“Terus terang selaku kepala kampung saya akan tersinggung karena rekanan yang mengerjakan proyek rigid beton tersebut langsung bekerja, tanpa izin terlebih dahulu,” kata Heri Lukmadi, Kakam Sri Rejeki.


Padahal, lanjutnya, untuk tamu dari luar daerah saja pihak kampung telah membuat aturan harus melapor ke pamong desa dalam kurun 1×24 jam. “Nah ini mereka mau bekerja dan tinggal berbulan-bulan di kampung saya sama sekali tidak lapor, sehingga saya datangi  dan menyatakan dengan pekerja agar pimpinan mereka dapat datang dan bertemu di Sri Rejeki,” katanya.

Baca Juga:   Kasus Dana Hibah Koni, Ini Penyebab Ketua Persani Lampung Tak Hadiri Pemeriksaan Kejati Lampung

Pihak pekerja proyek juga menumpuk material di halaman warga tanpa izin pemilik tanah. Diakuinya pihak pengawas kemudian bertemu dengan Heri. Namun menurut Heri pertemuan tidak menyelesaikan masalah.

“Karena mereka tidak bisa menyelesaikan apa yang kami harapkan. Terus terang kami bersyukur bahwa kampung kami mendapatkan proyek rigid beton sepanjang 805 meter. Tetapi sebagai orang timur yang punya tata krama coba kami yang punya rumah di datangi dulu,” imbuh Heri.

Masih menurut Heri dari pengamatannya di lapangan seharusnya sebelum memulai pengecoran, pihak pelaksana proyek terlebih dahulu melakukan pengerasan jalan.

“Bukan langsung bekerja  dan membiarkan jalan sebelahnya ambles saat digunakan pengguna jalan,” katanya.

Baca Juga:   Viral, Diduga Frustasi Video Asusilanya Tersebar, Siswi Asal Lampura Mencoba Bunuh Diri

Dari pelang proyek yang terpasang diketahui pengerjaan dilakukan oleh CV. KM 52 dengan sumber dana APBD Provinsi Lampung tahun 2021. Proyek itu memiliki nilai Rp4. 173. 141. 000.00 dengan masa kerja 120 hari kalender.  Dengan tanggal kontrak 01 September 2021.

Septa yang mengaku sebagai pengawas pekerjaan lainnya menyatakan pihaknya sudah mendatangi kepala kampung serta telah melakukan pekerjaan dengan baik.

“ Plang proyek ada. Yang saya lihat pekerjaannya juga bagus. Selain itu kami sudah datang dan permisi dengan kepala kampung. Jadi apa lagi yang kurang ?” ucap Septa. (sah/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan