PT GGF Ikut Cegah Stunting, Sasar Balita, Remaja, dan Ibu

  • Bagikan
Launching program Percepatan Pencegahan Stunting di Lamteng, Rabu (17/7). Foto Syaiful Mahrum/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id. – PT Great Giant Foods (GGF) berperan serta dalam pencegahan stunting di Lampung Tengah melalui program Healthy Lifestyle. Ini merupakan program kolaborasi perusahaan dengan Pemkab Lamteng.

Sustainability Senior Manager PT Great Giant Pineapple Arief Fatullah menyatakan ini program kolaborasi perusahaan dan Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan dini stunting.

“Ini program kolaborasi perusahaan dan pemerintah daerah. Ada tiga poin yang coba kita dorong. Pertama, peningkatan pola makan. Kita sadar balita, anak-anak PAUD, atau anak-anak yang masa fase pertumbuhan. Kedua, pola asuh. Kita sasar remaja millienial sebelum stunting terjadi serta remaja yang akan dan sudah menikah. Ketiga, pemberian pemahaman ibu-ibu yang hamil atau ibu-ibu fase menyusui,” paparnya setelah launching program Percepatan Pencegahan Stunting.

Terkait target penurunan angka stunting, Arief menyatakan lebih ke arealnya. “Kita lebih ke arealnya. Penilaian angkanya dari pemerintah daerah. Kalau perusahaan target di lima locus. Kita pilih yang paling tinggi berdasarkan sensus pemerintah daerah. Ini akan jadi program tahunan. Sekarang fokus di Lamteng. Tahun depan mungkin akan fokus di Lampung Timur. Mungkin ini juga akan jadi program nasional, bukan hanya di Lampung. Kita dorong juga di luar Lampung,” ungkapnya.

Baca Juga:   Top ! BRI Catatkan Pertumbuhan Penjualan SBR10 Hampir 5 Kali Lipat

Dalam pengentasan kasus stunting ini, kata Arief, juga perlu keterlibatan semua pihak. “Semua pihak juga harus terlibat. Care terhadap kasus ini. Kita juga akan dorong keterlibatan semua pihak. Supaya semua masyarakat bisa berperilaku hidup sehat,” katanya.

Kabid Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Irmansyah mengapresiasi kepedulian PT GGF dalam pencegahan stunting.  “Kita apresiasi kepedulian PT GGF. Sebab, belum banyak perusahaan yang ikut peduli. Apalagi stunting ini hal yang baru. Jika banyak perusahaan yang peduli akan lebih baik lagi. Kalau mengandalkan anggaran pemerintah pasti kurang terus,” ungkapnya.

Asisten II Pemkab Lamteng Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yunizar mewakili Bupati Loekman Djoyosoemarto menyatakan pemerintah daerah berterima kasih atas kepedulian PT GGF yang berperan serta mencegah stunting sejak dini. “Kita ucapkan terima kasih atas kepedulian PT GGF yang ikut berperan serta mencegah stunting. Ini sesuai target Pemkab Lamteng, 2023 harus bebas stunting,” katanya.

Baca Juga:   Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan CEO Terbaik BPD di Indonesia

Dari hasil pendataan, kata Yunizar, dari 279 balita yang mengalami gizi buruk 4,9 persen. “Sebanyak 276 ribu balita kita sensus, under weight atau gizi buruk 4,9 persen. Kemudian penanganan stunting di Lamteng 6,68 persen lebih tinggi dari program pencegahan nasional. Makanya, kita menyebarkan locus stunting dari 10 menjadi 30 kampung,” ungkapnya. (sya/wdi)




  • Bagikan