PT Pertamina TBBM Panjang Simulasi Keadaan Darurat

  • Bagikan
Pelatihan simulasi keadaan darurat dengan table top yang berlangsung di ballroom Hotel Horison, Bandarlampung, Kamis (24/10). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – PT Pertamina TBBM Panjang menggelar pelatihan simulasi keadaan darurat, di ballroom Hotel Horison, Bandarlampung, Kamis (24/10). Simulasi dalam bentuk table top berlangsung dengan tema Exercise Isps Code, Fire Fighting dan Oil Spill Recovery Tier – 1 TUKS Pertamina TBBM Panjang 2019.

Tenaga Ahli RSO ISPS Code PT Pertamina Trans Kontinental Jakarta Yayat Sudrajat mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pelatihan keamananan kapal dan fasilitas pelabuhan.

“Didalamnya ada pelatihan penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak. Itu diberlakukan kepada pelabuhan yang di dalam operasionalnya dikunjungi kapal-kapal asing. Salah satu kewajibannya adalah melaksanakan pelatihan seperti hari ini,” kata Yayat.

Menurut dia, latihan ini bisa dilakukan dalam tiga bentuk. Meliputi gelar total di laut, table top, dan gabungan keduanya. “Tahun kemarin, sudah kita laksanakan gelar total di laut. Kali ini kita laksanakan dengan table top,” urainya.

Baca Juga:   Konfrontir, Kasus Dugaan Pemukulan Perawat Ditentukan Gelar Perkara

Kegiatan ini juga melibatkan beberapa stakeholder terkait. Seperti Syahbandar, TNI, Polri dan Basarnas. “Ini harus dilaksanakan satu kali dalam setahun. Jadi sejak 2011 hingga kini, kami sudah delapan kali melaksanakannya. Tujuannya menjamin kesiapsiagaan  PT Pertamina TBBM Panjang bila terjadi sesuatu ancaman teror,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, Yayat berharap koordinasi dari berbagai pihak semakin baik untuk menanggulangi potensi apapun di kapal maupun pelabuhan Pertamina. “Harapan kami makin meningkatnya koordinasi antar stakeholder. Kemudian kita menjamin kesiapan sudah ready. Tapi yang paling pokok adalah koordinasi,” pungkasnya.

Sementara dalam pelatihan itu, ada simulasi sebuah kapal tanker sandar di pelabuhan milik PT Pertamina. Kemudian kapal tersebut dinaiki enam orang yang mencurigakan dan membawa senjata api.

Baca Juga:   Pelukisan Mural Flyover MBK Mandek?

Dari hasil penyelidikan intel TNI atau Polri, mereka ingin merampas kapal tersebut. Lalu Pertamina berkoodinasi ke Passenger Service Assistance (PSA) Bandara dan diteruskan ke TNI serta Polri. (gar/ais)




  • Bagikan