Puing Bangunan Hotel Timpa Atap Rumah Warga

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Suryati, warga gang Kenari, jl. Raden Intan, Bandarlampung masih terlihat gemetar saat menceritakan insiden yang menimpanya, pada Selasa (19/1) pagi. Ditemani sang putra dan cucunya, Suryati menunjukan sisa puing bangunan yang jatuh hingga menembus atap rumahnya.

Kepada Radarlampung.co.id, Suryati mengaku, puing-puing tersebut berasal dari lantai atas bangunan Hotel Grand Mercure Lampung yang berada tepat di depan rumahnya. Kala itu, wanita 60 tahun ini sedang menimba air di sumur rumahnya.


“Kejadiannya sekitar jam 8 pagi, saya lagi nimba air. Kemudian tiba-tiba saya dengar suara di atas atap. Terus tiba-tiba ada banyak batu-batu (puing bangunan, red) jatuh dari atas,” tuturnya.

Suryati yang sedang sendirian di rumah, merasa panik dan langsung berteriak. Beberapa pekerja bangunan yang saat itu kebetulan melintas, kemudian mendatangi Suryati dan membawanya pergi keluar rumah.

“Saya diungsikan ke warung di depan gang untuk sementara. Takut kalau ada bangunan yang roboh katanya. Saya juga sudah gemetaran karena ketakutan,” tambah dia.

Baca Juga:   Seluruh Gerai Disegel, Ini Tanggapan Manajemen Bakso Son Haji Sony

Galih Suhandi (35), anak laki-laki Suryati menambahkan, kejadian ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya, puing-puing bangunan hotel tertinggi di Lampung tersebut juga pernah berjatuhan dan merusak atap rumahnya.

“Dulu juga pernah (terjadi, red), kemudian dari pihak yang bertanggungjawab pada proyek ini datang dan memberi ganti rugi. Tapi kemudian hal seperti ini terjadi lagi,” kata pria yang sehari-harinya berdagang bensin di depan rumahnya.

Galih juga mengatakan, kejadian tersebut juga pernah menimpa beberapa rumah lain disekitar hotel tersebut. Beberapa diantaranya sudah memilih pindah lantaran takut rumahnya terkena jatuhan puing-puing bangunan dari pembangunan hotel tersebut.

Kali ini, dirinya berharap dapat bertemu langsung dengan perwakilan pimpinan dari hotel Grand Mercure Lampung tersebut untuk bermusyawarah.

“Karena kami di rumah juga jadi ngga tenang, hal seperti ini terulang terus. Kalau bisa dipertemukan lah dan musyawarah atau buat kesepakatan. Supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya,” tandasnya.

Baca Juga:   Update Covid-19 Lampung : PPKM Bandarlampung Level 3, 14 Daerah Level 2

Tidak hanya dikediaman Suryati, puing-puing bangunan tersebut juga menimpah rumah milik Su’ud (77). Rumah tersebut berada tepat di samping kediaman Suryati.

Su’ud mengatakan, puing-puing bangunan tersebut menimpah atap kamar kosong di lantai dua rumahnya. “Kebetulan kamarnya sedang kosong sekarang. Tapi atap yang rusak sedang diperbaiki sekarang sama tukang bangunannya,” kata dia.

Su’ud juga membenarkan jika hal tersebut memang sering terjadi sebelumnya. “Tapi kalau puing-puing kecil masih bisa lah dibersihkan sendiri. Kalau yang tadi pagi, memang benar-benar mengagetkan, suaranya gemuruh dan dubuny tebal,” tuturnya.

Dia mengatakan, puing-puing bangunan yang jatuh tersebut terdiri dari potongan papan dan potongan bata ringan. ”Saya sempat takut, sempat bingung mau lari kemana. Waktu saya lihat ternyata bangunan yang rontok. Untungnya tidak ada yang terluka,” pungkasnya. (Ega/yud)

Berita Terkait : Puing Bangunan Proyek Hotel Timpa Rumah Warga, Kontraktor Berikan Kompensasi




  • Bagikan