Puluhan Anggota Dewan Keluar Dari Ruang Sidang, Begini Tanggapan Wiyadi

  • Bagikan
Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi buka suara, menanggapi upaya protes sejumlah anggota dewan setempat yang enggan dipimpin dirinya. Yang hari ini (22/6) pun mencut dalam sidang paripurna dengan aksi keluar dari ruang sidang sesaat sebelum sidang dimulai.

Menyikapi hal itu, Wiyadi mengaku akan terlebih dahulu bertanya dengan pimpinan lain terkait kronologinya. Sebagai pimpinan DPRD, ia mengaku secara pribadi hanya menjalakan tugas sesuai konstitusi dan SK Gubernur.

Menurutnya, dalam hal tujuan, legislatif tentunya bersifat kolektif kolegial. Siapa pun dapat memimpin, baik wakil ketua 1, 2, maupun 3. Dirinya menyatakan tidak akan melarang anggota lain untuk memimpin rapatrapat paripurna. Bahkan, lanjut dia, di kesempatan paripurna lainnya ia kerap berbagi tugas dan memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memimpin rapat.

“Ketika pembahasan anggaran pun kami berbagi tugas, baik wakil 1, 2, dan 3 kadang mereka memimpin sidang. Karena kita sama-sama tahu di lembaga politik ini kadang-kadang ada kegiatan partai dan juga di tatib (tata tertib) memungkinkan bahwasanya pimpinan lain diberikan delegasi memimpin rapat di DPRD,” jelasnya, Selasa (22/6).

Baca Juga:   Warga Temukan Bayi Laki-laki di Tepi Jembatan

Ditanya tanggapan terkait pandangan sejumlah dewan bahwa sosoknya terkesan angkuh, tidak merangkul, dan sombong, Wiyadi menyikapi dengan legowo. Ia beranggapan, penilaian dari seseorang tidak bisa dipaksakan harus sesuai kehendaknya.

“Kalau yang namanya sifatnya kritik untuk kebaikan, saya akan menerimanya, dan akan menjadi bahan saya untuk perbaikan. Terutama diri pribadi dan DPRD Bandarlampung,” jelasnya.

Lebih jauh terkait permasalah internal DPRD tersebut, ia mengaku hanya membaca dari media tentang apa yang dipermasalahkan sejumlah anggota DPRD kepada dirinya. “InsyaAllah kita cari jalan terbaik. Tentunya yang pertama kita sama-sama 50 anggota dewan diberi amanah oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik mungkin,” terangnya.

Baca Juga:   Terbang Via Bandara Radin Inten II, Kini Penumpang Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Ditanya dampak jika konflik tersebut berlarut, terlebih terkait LKPJ beberapa kabupaten/kota telah menyelesaikannya, ia bakal terlebih dahulu mengkaji aturan yang ada. Kemudian membahasnya dengan pimpinan lain.

Lala, apa upayanya untuk menyelesaikan konflik internal ini? Ia menjawab sederhana. “InsyaAllah nanti selesai,” ucapnya. Begitu pula saat ditanya pasca permasalahan ini mencuat adakah upaya bertemu. “Ya sudah komunikasi,” tambahnya.

Namun, ia mengklaim tetap menjalin komunikasi dengan baik. “Teman-teman fraksi tetap komunikasi, kita dengan teman-teman lain tetap komunikasi juga. Kita jalin komunikasi. Karena apapun ceritanya 50 anggota dewan dalam satu rumah, mempunyai tugas yang sama yaitu mengemban amanah masyarakat. Dan komunikasi harus terjalin, artinya komunikasi bukan hanya dengan mereka. Tapi 50,” tutupnya. (pip/sur)




  • Bagikan