Puluhan Warga Diduga Keracunan Nasi Kotak

  • Bagikan
Salah satu warga yang diduga keracunan mendapat perawatan di rumah sakit Ryacudu. Foto Fahrozy/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Puluhan warga Desa Tanjungharta, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mengalami gejala keracunan yang disinyalir akibat makanan nasi ayam milik salah seorang warga yang tengah menggelar takjiah.

Berdasarkan informasi di lapangan, Rabu (28/5), warga yang diuga menjadi korban keracunan tersebut berjumlah 98 orang. Saat ini tengah mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Tanjung Raja, Bukitkemuning dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen Ryacudu Kotabumi.

Belum diketahui secara pasti, penyebab puluhan warga yang keracunan tersebut. Namun, warga menuding nasi ayam yang mereka konsumsi dari dalam kotak yang dibagikan warga saat menggelar takjiah.

“Usai mengkonsumsi makanan itu, puluhan warga memiliki gejala yang sama, seperti mual, muntah, menceret dan disertai panas yang tinggi,” ujar Noven Kepala Desa Tanjungharta, Rabu (29/5) malam.

Menurutnya, warga yang terkena gejala keracuna itu, sebagian memilih rawat jalan dengan petugas kesehatan di desa setempat. Sementara sebagian warga terpaksa mendapatkan pertolongan itensif di Puskesmas hingga RSUD Ryacudu Kotabumi.

“Sebagian warga dirawat di rumah masing-masing. Namun, ada juga warga yang parah terpaksa dirawat di puskesmas Tanjungraja, Bukitkemuning dan rumah sakit umum derah ryacudu  Kotabumi,” ujar Noven.

Ia menceritakan, kronologi keracunan masal itu berawal setelah warga mengkonsumsi nasi ayam yang disediakan salah seorang warga setempat memiliki hazat ta’ziah di kediamannya, Selasa (28/5) malam.

Kejadiam naas itu diduga berasal dari lauk ayam yang dibagikan dalam acara tersebut. Hal itu diperkuat karena puluhan warga yang menghadiri acara hampir keseluruhannya mengalami keracunan dengan gejala yang sama.

Salah seorang warga setempat Dedi (36) mengatakan, warga yang menjadi korban keracunan tiap waktu bertambah. Sebab, nasi kotak yang dibawa pulang warga dari tempat orang menggelar tahlilan di makan bersama keluarga. Sehingga menyebabkan banyak penduduk mengalami kejadian serupa.

“Ya itu (korban, Red) terus berlanjut, karena mungkin warga yang ikut tahlilan ada yang menyimpannya dan baru di konsumsi. Orang tua saya juga menjadi korbannya,” terang Deni, ketika ditemui Radarlampung.co.id di puskesmas Kecamatan Tanjung Raja.

Pihaknya berharap, aparat dan dinas kesehatan dapat turun ke lapangan. Selanjutnya, kata dia, tim yang dibentuk dapat memastikan asal gejala itu timbul agar tidak menimbulkan persepsi buruk ditengah masyarakat

“Tadi ada beberap yang telah berkumpul dan berniat menggeluruk ke tempat asal daging ayam itu berasal. Untung dapat diminimalisir oleh kepala desa setempat, sehingga hal tersebut (kerusuhan, Red) tidak terjadi,” kata Deni, seraya mengatakan aparat harus mengamankan pemilik pengusaha daging ayam tersebut.

Dengam begitu, kata dia, warga yang menjadi korban tidak melakukan tindakan anarkis, paska peritiwa keracunan massal ink.

“Aparat harus bertindak cepat. Sebab, warga di desa Tanjungharta, saat ini mengancam akan bertindak anarkis jika permasalahan ini tidak cepat diatasi,” kata dia seraya mengatakan aparat harus bertindak. (ozy/kyd)


Baca Juga:   Pasar Bakauheni Terbakar, Ratusan Kios Hangus


  • Bagikan