Puncak Harganas XXVI, Riana Sari: Kumpul Keluarga Minimal 20 Menit Tanpa Gadjet

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Tahun 2019 berlangsinh di Lapangan Merdeka, Labuan Jukung, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (31/7).

Dalam kegiatan ini, Ketua Pelaksana Harganas XXVI Lampung Riana Sari Arinal mengajak keluarga di Lampung untuk berkumpul tanpa teknologi minimal 20 menit, apalagi di zaman yang modern saat ini.

Hal ini diungkapkan Riana saat menyampaikan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.  “Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh anggota keluarga Indonesia untuk menyempatkan waktu minimal 20 menit sehari untuk berkumpul dengan keluarga dengan bebas gadget, televisi, atau alat elektronik lainnya, supaya pertemuan menjadi benar-benar berkualitas,” kata Riana yang juga sebagai Ketua TP PKK Provinsi Lampung.

Riana menambahkan, dalam kegiatan Harganas ini sebagai momentum untuk mengingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra-putri dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sosial budaya di dalam keluarga.

“Kewajiban keluarga adalah menciptakan nilai-nilai kepribadian untuk membentuk nilai-nilai luhur bangsa, yang akan menjadi bekal anak-anak yang nantinya akan terjun ke masyarakat,” tambahnya.

Riana juga menghimbau agar pembinaan dini orang tua di dalam keluarga harus dilestarikan oleh segenap anggota keluarga. Sehingga menjadi suatu kekuatan dalam keluarga baik di bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Karena keluarga sendiri sebagai wahana yang tangguh demi terwujudnya ketahanan keluarga yang pada akhirnya mewujudkan ketahanan nasional.

Sementara mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Pj. Sekprov Lampung Fahrizal Darminto menyampaikan Pemprov Lampung akan terus berkomitmen guna mengurangi jumlah penduduk miskin dan mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama.

“Sebagaimana diketahui pertumbuhan ekonomi apabila tidak diimbangi dengan pengendalian penduduk, maka keberhasilan itu akan sia-sia. Sehingga tidak diragukan lagi, jika program KB adalah salah satu program pembangunan yang harus menjadi perhatian serius, guna tercapainya pengendalian penduduk dan terwujudnya keluarga sejahtera,” pungkasnya. (rma/rls/kyd)


Baca Juga:   Kebutuhan Oksigen di Lampung per Bulan Capai 570 Ton


  • Bagikan