Punya Hubungan Khusus, Tersangka Dendam Karena Tidak Dipinjami Uang

  • Bagikan
Kapolres Pesawaran AKBP Popon A.S menunjukkan barang bukti yang disita dalam ungkap kasus pembunuhan Bustori dan anaknya Tegar, warga Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima dalam ekspose di mapolres, Sabtu (1/6). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID.  
Kapolres Pesawaran AKBP Popon A.S menunjukkan barang bukti yang disita dalam ungkap kasus pembunuhan Bustori dan anaknya Tegar, warga Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima dalam ekspose di mapolres, Sabtu (1/6). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID.  

radarlampung.co.id – Dendam. Ini menjadi alasan Andi Novriandi (34), membunuh Bustori dan anak angkatnya Tegar, warga Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima, Pesawaran.

Sebelum pembunuhan, Andi mendatangi Bustori yang tinggal bertetangga dengannya. Pemuda yang memiliki hubungan khusus dengan korban ini bermaksud meminjam uang Rp18 juta.

”Motifnya dendam, karena tidak diberikan pinjaman uang oleh korban. Biasanya habis  “main” (berhubungan intim, Red), dikasih pinjam uang,” kata Kapolres Pesawaran AKBP Popon AS dalam ekspose di mapolres, Sabtu (1/6).

Andi kemudian meminjam linggis milik saksi Anwar. Dari sini, ia mendatang kediaman Bustori sekitar pukul 23.30 WIB, Kamis (30/5). Dengan linggis, ia menghantam kepala Bustori. Sedang Tegar dihabisi dengan cara dicekik. Ia kemudian mengambil uang Rp15 juta.

Baca Juga:   Tersisa 18 Bed di Fasyankes Pesawaran

Berdasar keterangan saksi, tersangka pembunuhan tersebut mengarah kepada Andi. Gabungan anggota Polres Pesawaran dan Polda Lampung menangkap Andi dikediamannya sekitar pukul 05.30 WIB, Jumat (31/5).

Namun Andi harus dilumpuhkan dengan timas panas lantaran melawan dan berusaha kabur saat diminta menunjukkan lokasi dirinya membakar uang sisa yang diambil dari korban. Meski sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, pemuda itu tewas karena kehabisan darah. (ozi/ais) 




  • Bagikan