PUPR Lampura Butuh Rp6 Triliun untuk Perbaiki 700 Ruas Jalan Lampura yang Rusak Parah

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kerusakan ruas jalan berada di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), makin menjadi. Sebab, ruas jalan 23 Kecamatan berada di Kabupaten Berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung ini mengalami kerusakan hingga 50 persen lebih.

Hal tersebut memicu terhambatnya perekonomian di sejumlah bidang. Termaksuk hasil bumi, para petani kesulitan untuk memasarkan hasil tanaman komunitasnya.

Data diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampura, setidaknya 700 ruas jalan tersebar di 23 Kecamatan, prioritas harus diperbaiki di tahun 2021 ini. Oleh karena itu, dinas terkait
melakukan langkah-langkah strategis guna memenuhi aspirasi masyarakat.

“Seperti melakukan survey guna mendapatkan data yang valid sesuai keadaan dilapangan. Dan tercetuslah ide itu diakhir tahun 2020 lalu, dengan total anggaran Rp8 miliar lebih, “kata Kadis PUPR Lampura, Syahrizal Adhar, Kamis (22/4).

Baca Juga:   Pemkab Lampura Ingatkan ASN Agar Tak Menunda Pekerjaan

Menurutnya, tahun lalu satu dokumen pun yang menjelaskan tentang kondisi real pendukung moda transportasi tak ada. Sehingga tidak dapat dilaksanakan di Tahun 2020, baik itu dibiayai oleh daerah (APBD) maupun pusat (DAK).

Kebutuhan itu, kata Syahrizal, seperti
foto lapangan, foto satelite, sampai kepada nama – nama ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut. Hampir keseluruhannya tidak ada.

“Itulah kenapa tahun lalu praktis tak ada pembangunan, baik itu melalui pembiayaan APBD maupun dari DAK. Sementara, untuk tahun 2019 lalu, tentunya paska OTT Bupati Lampura tidak ada pembangunan, “bebernya.

Hal ini menambahkan daftar panjang kerusakan jalan yang ada di Kabupaten Lampura, khususnya di ruas-ruas jalan karena tidak ada pembangunan. Mulai Tahun 2019-2020. sehingga tahun 2021 ini membutuhkan prioritas perbaikkan jalan dan sejumlah Jembatan.

“Sekarang ini sudah ada, mudah-mudahan dapat segera diwujudkan karena ini adalah modal utamanya. Baik itu melalui pembiayaan daerah atau pun pusat, “imbuhnya.

Baca Juga:   Hamdalah, 236 Desa/Kelurahan Lampura Zona Hijau

Syahrizal menjelaskan dari total lebih 700 ruas jalan, tingkat kerusakan telah mencapai diatas 50%. Dan setiap harinya bertambah, sehingga bila tidak cepat dicarikan solusi akan melumpuhkan roda perekonomian. Khususnya diruas-ruas jalan ramai aktivitas masyarakat, seperti di sentra ikan Desa Sidokayo dan Skipi, Kecamatan Abung Barat.

“Selain kerusakan parah, dibeberapa ruas yang ramai aktivitas perekonomian masyarakatnya disana ada faktor lain kendalanya dilapangan. Yakni, masalah lebar jalan hingga membutuhkan pelebaran, “tegasnya.

Setidaknya perlu lebih dari Rp6 triliun dalam memperbaiki kerusakan yang berada di 700 ruas jalan. Dan itu perlu mendapatkan perhatian, sebab, kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Belum lagi insfratruktur lainnya yang membutuhkan perhatian pemerintah karena kondisinya rusak parah.

Baca Juga:   Pemkab Lampura Ingatkan ASN Agar Tak Menunda Pekerjaan

“Akan coba kita ajukan, baik itu melalui APBD maupun pusat (DAK). Dan itu perlu duduk bersama, antara kita (PUPR), keuangan dan Bappeda guna mencarikan solusi permasalahan yang setiap tahun diaspirasikan masyarakat ini. Sekarang, semua telah siap. Ayo, mari kita sama-sama bekerja, “imbuhnya.

Sementara, untuk tahun 2021 ini, PUPR Lampura diproyeksikan pembiayaan dari kabupaten senilai Rp33 miliar lebih. Hal demikian masih jauh dengan kebutuhan dilapangan yakni hingga Rp6 triun. namun itu dilakukan berdasarkan skala prioritas. Khususnya dalam menunjang roda perekonomian masyarakat.

“Jika diperbaiki semua, maka dana yang akan dikucurkan hingga Rp6 triun. Tapi, kita sesuaikan dengan keuangan daerah, ya adanya Rp 33 Milyar, itu yang kita maksimalkan untuk perbaikan jalan dan jembatan. Intinya, jika BPKA uang nya ada, ya pasti kita kerja,” tegasnya. (ozy/yud)



  • Bagikan