Ramadan 1442 H, Warga Bandarlampung Gelar Salat Tarawih

  • Bagikan
Mahasiswa Itera saat melakukan pemantauan hilal Ramadhan 1442 H di stasiun Pengamatan Bulan ALTS-7 Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Senin (12/4) lalu. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1442 H jatuh pada Selasa (12/4). Pantauan wartawan, warga kota Bandarlampung mulai jalani salat tarawih Senin (12/4) malam.Salah satunya di Masjid Al-furqan Bandarlampung. Jemaah tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak dalam salat.

Penetapan 1 Ramadan jatuh pada Selasa (13/4) sendiri diumumkan langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal tersebut ia ungkapkan dalam penetapan 1 Ramadan yang digelar secara virtual, Senin (12/4). “Kami menetapkan awal Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada tanggal Selasa, 13 April 2021 besok pagi,” kata Gus Yaqut -sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas-.

Sementara pemantauan hilal terpantau dilakukan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada Senin (12/4). Melalui Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) pemantauan dilakukan. Sayangnya, pemantauan yang dilakukan di Kompleks Teleskop Pengamat Bulan (ALTS-7) Taman Alat MKG ITERA tidak dapat terlihat.

Baca Juga:   Kantor Inspektorat Way Kanan 'Lockdown'
Umat muslim saat melakukan salat Tarawih hari pertama di musholla Raudhatul Jannah, Perum Kampoeng Eldorado, Labuhan Ratu, Bandarlampung, Senin (12/4). Diketahui pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442 H jatuh pada Selasa (12/4). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

Menurut Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Ridlo Wahyudi Wibowo hilal tidak terlihat karena cuaca yang kurang mendukung. “Karena cuaca, hilal tidak dapat dilihat,” jelas Ridlo.

Menurutnya, pemantauan hilal dilakukan sejak pukul 16.00 WIB. Tim pemantau telah menyiapkan selutuh alat untuk melihat ijtimak, dan penentuan bulan tampak di pukul 18.01 WIB. Kemudian pada pukul 18.30 WIB, waktu di mana bulan mulai tampak, namun karena cuaca kurang mendukung hingga waktu tersebut hilal tetap belum terlihat. “Tapi kami berkoordinasi dengan lokasi lain, karena jika lewat dari waktu tersebut (18.30 WIB) sudah melewati waktu dan bulan sudah tenggelam,” tandasnya. (rma/wdi)



  • Bagikan