Ramadan, Momen Warga Binaan Berlomba Kejar Pahala

  • Bagikan
Warga binaan saat melakukan tadarus Al- Quran di masjid Miftahul Jannah, Rutan (Rumah Tahanan) Kelas I Bandarlampung (Rubal), Selasa ,(27/4). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak masyarakat berbondong-bondong untuk mencari pahala dari Allah SWT. Tak terkecuali sejumlah warga binaan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandarlampung.

Sekitar 35 warga binaan antusias mengikuti kegiatan pesantren kilat di Masjid Miftahul Jannah. Tak hanya itu saja, selain mendengarkan ceramah para warga binaan itu juga membaca kitab suci Al-Qur’an.

“Kegiatan tadarus Al-Qur’an ini juga kami lanjutkan di setiap blok-blok kamar. Banyak kawan-kawan dari warga binaan yang berminta mengikuti kegiatan kultum ini,” kata salah satu warga binaan bernama M. Yaman, Selasa (27/4).

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para warga binaan selama bulan Ramadan ini. Tadarusan setiap malam, tarawih, dan juga ikut pesantren kilat. “Itu dilakukan untuk mendapatkan berkah dan amal di bulan Ramadan,” katanya.

Menurut M. Yaman, kegiatan ini juga mereka lakukan di waktu pagi hari dan menjelang berbuka puasa. “Setelah berbuka kami lanjutkan tarawih. Ya usai tarawih kami kembali ke blok. Didalam blok ibadah terus kami lakukan membaca Al-Qur’an hingga pagi menjelang. Itu kami lakukan secara bergilir,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandarlampung Sulardi menjelaskan, banyak warga binaan di bulan Ramadan ini mengikuti saum. “Yang lebih banyak (ikut) itu pesantren kilat. Memang kegiatan ini khusus kita lakukan selama bulan Ramadan,” katanya.

Dengan adanya kegiatan membaca Al-Qur’an ini juga bisa membantu para warga binaan lancar, bagaimana tata cara membaca Al-Qur’an. “Kami pun bekerja sama dengan pihak pondok pesantren mau pun para ustad,” kata dia.

Ia pun menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan mengingat tugas utama pemasyarakatan adalah pembinaan. “Sebagai kewajiban pembinaan kami dengan mengisi kegiatan pesantren kilat, dengan harapan para tahan menyadari kesalahan dan insyaf apa yang sudah diperbuat,” pungkasnya. (ang/wdi)




  • Bagikan