RAT Koperasi TKBM Dibumbui Kericuhan, Agus Sujatma: Ada Konflik Kepentingan yang Hendak Buat Gaduh


Ratusan anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Hotel Radisson Lampung, Senin (21/3). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Ratusan anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Hotel Radisson Lampung, Senin (21/3). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Riak-riak kecil masih membumbui dinamika kepengurusan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang. Termasuk saat gelaran rapat anggota tahunan (RAT) laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun buku 2021 di Hotel Radisson, Senin (21/3).

Ratusan massa yang mengaku turut tergabung dalam anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang menggelar aksi di depan pintu masuk Hotel Radisson. Mereka mempertanyakan prihal RAT yang tidak melibatkan sebagai besar anggota.





Sempat juga terjadi insiden namun mampu diredam oleh petugas keamanan dari kepolisian dan TNI.

Nurdin selaku perwakilan peserta aksi menuturkan, diduga telah ada penyalahgunakan belanja keuangan koperasi dalam jumlah besar tanpa melalui rapat anggota.

Oleh karena itu, menurutnya sebagai anggota sah pihak pendemo juga memiliki hak dan kewajiban sama seperti anggota lainnya untuk mengikuti RAT tersebut.

Ia bahkan menilai RAT tersebut ilegal dan meminta dihentikan lantaran tanpa melibatkan sebagai besar anggota.

Menurutnya, kepengurusan koperasi di bawah pimpinan Agus Sutmaja juga disebut telah merubah AD/ART koperasi.

“Kami sangat percaya aparat penegak hukum bisa menyelesaikan polemik yang hingga saat ini masih bergulir,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Agus Sujatma Surnada mengakui memang banyak konflik kepentingan yang terjadi di tubuh TKBM, sehingga banyak menimbulkan kegaduhan.

Ia menduga banyak pihak luar yang ingin memecah-belah kepengurusan Koperasi TKBM.

“Ada oknum luar yang sengaja menunggangi agar kepengurusan TKBM ini terpecah. Padahal ini internal kita, tapi ada oknum luar tersebut yang menunggangi,” katanya.

Salah satu contohnya, lanjut dia, terkait persoalan permintaan kenaikan upah buruh TKBM. Dalam hal ini pengurus sudah menyurati Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) sebanyak dua kali. Namun tak kunjung ada jawaban.

“Persoalan sengaja dihembuskan oleh oknum luar, seolah-olah kepengurusan TKBM ini tidak becus kerja. Selain itu, ada isu yang menyebutkan dewan pengawas diberhentikan, hal ini pun tidak benar. Namun pihak luar mengembuskan lagi isu tersebut, untuk menghasut buruh lainnya,” sesalnya.

Padahal, kata dia, koperasi TKBM selama ini sudah banyak membantu anggotanya. Seperti pemberian rumah subdisi.

Kabar baiknya lagi, setelah menjalankan program 1.000 perumahan untuk buruh, di sela-sela sambutan LPJ Agus mengatakan bahwa kini pengurus Koperasi TKNM akan mencoba memberikan program lainnya.

Ya, bagi anak buruh akan diberikan beasiswa sarjana dengan berkerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Lampung (UML).

Juru Bicara Kuasa Hukum Koperasi TKBM Panjang Ali Akbar menambahkan, pengurus sangat mengedepankan azas kekeluargaan. Bagi yang kurang puas dengan pelaksanaan RAT, menurutnya bisa menyampaikan dengan cara persuasif dan kekeluargaan.

“Yang jelas yang hadir sudah dinyatakan sah berdasarkan data yang sudah divalidasi pembina,” ucap Ali.

Ali menjabarkan, RAT tersebut dihadiri oleh 31 keterwakilan koordinator regu kerja (KRK) dari 39 KRK. Di mana, 31 KRK yang hadiri mewakili mandat 697 anggota dari total 960 anggota  yang terdaftar di KSOP.

“Artinya untuk peserta rapat telah koarum. Dan hasilnya seluruh peserta menerima laporan pertanggung jawaban ketua dan badan pengawas,” ucap Ali.

Menyikapi masa aksi, pihaknya mengklaim undangan telah disebar ke setiap anggota dengan keterwakilan pihak KRK. “Kenapa hanya perwakilan KRK, salah satunya karena satgas pun hanya mengizinkan 50 anggota. Tentu kita tidak bisa bertentangan dengan aturan,” ungkapnya.

Ali turut menyikapi tentang dugaan penyelewengan belanja anggaran. “Jadi untuk laporan belanja koperasi sudah disampaikan di forum RAT, dan tadi forum RAT menerima. Artinya klir, jadi prinsipnya isu-isu itu tidak ada,” ucapnya seraya menyebutkan panitia telah menyebar link Zoom untuk anggota yang tidak bisa hadir langsung dalam ruangan.

Sementara, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Bandarlampung Juliarti menjelaskan, Koperasi TKBM sudah semakin baik.

“RAT Koperasi TKBM ini sudah korum dan kami ucapkan selamat dan Dinas Koperasi ucapkan terimakasih karena sudah melaksanakan RAT tepat waktu dan ini kinerja yang baik,” ungkapnya.

Menurutnya, Koperasi TKBM sudah banyak perubahan dari yang lalu. “Alhamdulillah banyak kemajuan yang dicapai. Yang diajukan sudah terealisasi dengan baik. Anggota bisa meliatnya secara nyata bahwa ada perubahan dan semoga tidak mudah terhasut,” imbaunya.

Sementara, Ketua Badan Pengawas (BP) Koperasi TKBM Panjang Eriza mengapresiasi RAT sesuai dengan tupoksi AD/ART. “Mudah-mudaham kesalahpahaman dengan buruh bisa diselesaikan. Jangan selalu menyalahkan pengawas dan pengurus, tapi bagaimana mencari solusinya,” ucapnya. (gar/sur)