Rata-rata Harga Gabah di Petani Turun 4 Persen

  • Bagikan
Pemaparan BPS Provinsi Lampung. Foto Tangkapan Layar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat rata-rata harga gabah (GKP) di petani turun 4 persen. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun dari Rp4.380 per kg menjadi Rp4.205 per kg.

Kepala BPS Lampung Faizal Anwar yang diwakili Riduan selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi menjelaskan, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.900 per kg pada gabah kualitas dari Varietas Ciherang. Harga tersebut berada di atas Harga
Pembelian Pemerintah (HPP) yang sebesar Rp4.200 per kg.


“Sedangkan harga gabah terendahnya mencapai Rp3.300 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Muncul, dan harga tersebut berada di bawah HPP yaitu Rp4.200 per kg,” jelasnya saat memparkan melalui virtual, Senin (2/8).

Baca Juga:   Bank bjb Dukung Program Beli Bali untuk Bangkitkan UMKM

Sementara, lanjutnya, pada tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi mencaopai Rp5.000 per kg pada gabah kualitas GKP dengan barietas Ciherang, dan harga tersebut berada di atas HPP yakni Rp4.250,00 per kg. Dan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP Rp3.400 per kg dengan varietas Muncul.

Ia menambahkan, harga gabah di tingkat petani kualitas GKP turun di bulan Juli 2021. Rata-rata harga gabah kelompok kualitas GKP di tingkat petani turun 4 persen dari Rp4.380 per kg menjadi Rp4.205 per kg.

“Dengan kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan juga mengalami penurunan sebesar 4,07 persen dari Rp4.488 per kg menjadi Rp4.305,71 per kg,” pungkasnya.

Baca Juga:   Semester Satu 2021, Investasi Lampung Capai Rp8,79 Triliun

Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah kelompok kualitas GKP yang diperjualbelikan menunjukkan hasil yang kurang baik dilihat dari Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa (KH).

“Dari rata-rata KA tercatat 17,84 persen pada Juni 2021 dan 18,68 persen pada Juli 2021. Sedangkan rata-rata KH tercatat 3,58 persen pada Juni 2021 dan 4,19 persen pada Juli 2021,” tukasnya. (rur/sur)




  • Bagikan