Ratusan Fungsional Kehutanan Ikut Pelatihan Karya Tulis Ilmiah


RADARLAMPUNG.CO.ID-Karya Tulis Ilmiah menjadi salah satu tugas yang harus dilakukan oleh seorang fungsional, baik fungsional kehutanan maupun fungsional lainnya.

Oleh karenanya diperlukan pengetahuan dan wawasan bagi fungsional untuk dapat menulis yang nantinya akan dipublikasikan melalui pelatihan penulisan. “Salah satu kuncinya adalah menulis, menulis, dan menulis,” ungkap MD Wicaksono Ketua DPD Persaki Lampung dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Publikasi dalam rangka peningkatan kapasitas fungsional kehutanan.





Kegiatan itu diselenggarakan kerjasama antara Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia (Persaki) Daerah Lampung dengan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang didukung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Balai Taman Nasional Way Kambas, dan Himasylva Unila. Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber. Yakni Rikha Ayunie Surya (Fungsional Pengendali Ekosistem Madya, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan), Novriyanti (Dosen Kehutanan Universitas Lampung), dan Hendra Prasetya (Managing Editor Jurnal Sylva Lestari Universitas Lampung), sedangkan Indra Gumai Febriyano (Ketua Jurusan Kehutanan Universitas Lampung) sebagai moderator.

Rikha Aryunie Surya menjelaskan sebagai fungsional, karya tulis merupakan kegiatan pengembangan profesi, yang diatur dalam Peraturan Menteri PAN RB nomor 13 Tahun 2019. Hal ini bertujuan mengembangkan pola pikir pejabat fungsional agar tidak terjebak dalam rutinitas tugas pokok dan senantiasa berinovasi serta terus berupaya untuk mengembangkan keilmuannya sesuai bidang tugas masing-masing.

“Langkah penulisan diawali dengan penentuan topik baru tujuan atau kebalikannya, selanjutnya dengan menemukan bahan bacaan. Ketiganya kadangkala bisa beriringan, apabila data sudah ada maka tinggal rekonstruksi saja dan arahkan ke topik tertentu. Hal yang harus mendapat perhatian oleh peneliti dan penulis ilmiah adalah larangan mengambil hak kekayaan intelektual atau konstribusi orang lain yang dengan sengaja menghalangi kemajuan penelitian atau beresiko merusak catatan penelitian atau membahayakan integritas praktik penelitian,” ungkap Novriyanti.

Hendra Prasetya menekankan poin penting dalam proses persiapa submit ke jurnal tujuan, diawali bahwa artikel siap dipublikasikan, dilanjutkan dengan daftar jurnal tujuan (OJS), perhatikan aim dan scope jurnal tujuan, ikuti instruksi penulisan dalam jurnal tujuan, selanjutnya periksa plagiarism dan similarity index naskah yang akan dipublikasikan, serta tidak adanya conflict of interest.

Hingga akhir sesi pelatihan jumlah peserta 205 orang masih menyimak dengan baik. Peserta berasal dari fungsional kehutanan baik sebagai penyuluh kehutanan, pengendali ekosistem hutan, juga widyaiswara baik di kehutanan maupun di BPSDM yang berada di Lampung, Gorontalo, NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan daerah lainnya. (rls/wdi)