Ratusan Warga Ngelurug ke Kantor Kelurahan Rajabasa Jaya

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Suasana berbeda terlihat di kantor Kelurahan Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandarlampung siang ini (29/12). Tanpak warga memadati kantor tersebut.

Usut punya usut, ternyata tengah berlangsung pembagian sertifikat tanah prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bandarlampung melalui kelurahan. Warga terlihat antre, baik di dalam aula kelurahan maupun di pelataran kantor kelurahan.


“Iya ini pembagian sertifikat tanah, itu loh yang program prona,” ujar Syamsul salah satu warga pada radarlampung.co.id.

Lurah Rajabasa Jaya M. Tarzimi menerangkan, terdapat 967 sertifikat yang berasal dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pasa warganya. “Iya ini pembagian sertifikat tanah, program PTSL seperti program prona itu dari Pusat,” ujar Tarmizi.

Baca Juga:   Kejar Target, BPPRD: Kami Menagih Berdasarkan Data!

Pembagian sertifikat ini sejatinya merupakan program tahun 2017. Alasan baru dibagikan saat ini karena jumlah yang menumpuk dari masing-masing daerah lainnya. Apalagi kelurahan itu memiliki daerah terluas dengan jumlah tanah belum tersertifikasi terbanyak.

“Iya memang ini pembagian hasil 2017, kalau 2018 kami nggak ikut. Jadi katanya karena di kelurahan kami yang terluas dan terbanyak jadi agak mundur pembagiannya,” tambahnya.

Sementara soal pengukuran sendiri juga telah dilakukan sejak 2017 lalu. Program sertifikasi tanah gratis ini diakuinya tak sepenuhnya gratis. Warga dimintai sejumlah uang yang digunakan sebagai jasa pengukur.

“Iya nggak bisa dipungkiri, namun uang itu masih batas wajar saja. Itu diminta saat proses pengukuran, kalau mengambil ini murni gratis. Hanya menunjukan kartu identitas saja,” tandasnya. (rma/sur)




  • Bagikan