Realisasi PAD Pemprov Lampung Capai 93 Persen

  • Bagikan
Capaian 2021 Lampaui 2020, Bapenda Lampung Siap Genjot PAD 2022
Adi Erlansyah Kepala Bapenda Lampung. Foto Prima Imansyah Permana/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Realisasi Pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Lampung yang berasal dari pajak daerah, retribusi, penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pendapatan lainnya hingga pertengahan Desember telah mencapai 93% dari total target.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Adi Erlansyah mengatakan total PAD Pemprov kini mencapai Rp3,09 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai 93% dari total target pendapatan Rp3,33 triliun. “Sampai minggu lalu sudah mencapai Rp3,092 triliun. Ini sudah 93% untuk PAD,” beber Adi yang ditemui di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (27/12).

Adi mengatakan untuk sumber pendapatan yang berasal dari transfer daerah sudah mencapai 99,65%. Di mana, dari total target Rp 4,153 triliun sudah masuk Rp4,138 triliun.

“Untuk pendapatan yang bersumber dari pajak daerah sudah melebihi 100%, jadi dari target Rp2,653 triliun kini sudah masuk Rp2,662 triliun artinya sudah 100% lebih. Sama halnya dengan juga retribusi daerah sudah mencapai 180%. Namun, dari pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang sah itu dari BUMD dari Rp225 miliar baru tercapai Rp33 miliar karena ada yang tertunda karena masih ada pembahasan dengan DKI,” ungkapnya.

Baca Juga:   Tingkatkan PAD, Dua Kabupaten Jalin Kerjasama Pelayanan Uji Kendaraan

Sementara untuk pendapatan sektor pajak dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dari target Rp890 miliar telah terealisasi Rp866 miliar atau 97,3%; BBNKB total target Rp624 miliar realisasi Rp599 miliar atau 96,6%; PBBKB target Rp560 miliar terealisasi Rp626 miliar atau 111%;
Pajak Air permukaan target Rp5 miliar realisasi Rp5,51 miliar atau 110%; dan Pajak rokok yang ditarget Rp574 miliar telah terealisasi Rp 594 miliar atau 103%.

Baca Juga:   Tingkatkan PAD, Dua Kabupaten Jalin Kerjasama Pelayanan Uji Kendaraan

“Dari total pendapatan itu, kita tinggal menunggu PKB dan BBNKB. Tetapi kalau PKB optimis kalau BBNKB sedang menunggu perkembangan karena ini tergantung dengan pembelian kendaraan baru. Kami yakinlah hingga akhir tahun bisa mencapai 98%,” tandasnya. (rma/wdi)






  • Bagikan