Realisasi Pekerjaan Fisik Terhambat, Disperkim Salahkan Barjas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Nampaknya proses lelang kegiatan fisik yang berjumlah 25 paket  bersumber dari APBD 2021 mulai mendapatkan sorotan dari kalangan masyarakat.

Pasalnya, kegiatan penunjukan langsung (PL) tersebut, meski proses lelang telah berjalan lama, namun sampai dengan saat ini belum ada giatnya.


Padahal waktu telah memasuki pekan kedua bulan delapan 2021, atau hanya menyisakan tak sampai empat bulan menjelang akhir tahun atau tutup buku.

“Padahal, masyarakat Kabupaten Lampura saat ini menunggu adanya pembangunan di masa kepemimpinan Bupati Lampura, Budi Utomo,” ujar Satria Alam (45) salah seorang warga Kelurahan Kota Gapura, Senin (9/8).

Setidaknya, kata dia, pemerintah melalui dinas terkait dapat segera merealisasikan perkerjaan fisik tersebut. Sehingga ada giat pembangunan di Kabupaten berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung ini,” kata pria dua anak ini.

Senada dikatakan Efril (51) warga lainnya. Di masa kepemimpinan Bupati Lampura, bapak Budi Utomo menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten ini, masyarakat menunggu adanya perubahan yang lebih baik lagi, paska dilepasnya jabatan Bupati Lampura, oleh bapak Agung Ilmu Mangkunegara.

“Sudah dua tahun ini, kabupaten Lampura minim adanya pembangunan. Padahal, bisa dilihat sendiri sejumlah paselitas umum notabennya tanggungjawab pemerintah daerah, saat ini kondisinya sangat memperihatinkan,” keluhnya.

Baca Juga:   Diduga Ada Kejanggalan dalam Program KKBPK di Lampura, Kepala DP2KB ; Semua Sudah Sesuai Peruntukannya

Untuk itu, pihaknya berharap adanya bukti nyata dari sejumlah OPD untuk Kabupaten Lampura, yang lebih baik lagi.

“Jangan, pada saat bagi-bagi paket saja gaduh. Udah itu, realisasinya tidak ada,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perkim Lampura, Erwin Saputra mengatakan, proses lelang saat ini tengah mengalami kendala di bagian pengadaan barang dan jasa (Barjas), Sekretariatan Daerah Lampura.

Sehingga berdampak belum berjalannya kegiatan, khususnya bersifat fisik. Dan itu diklaim terjadi diseluruh institusi/satker melaksanakan pekerjaan (APBD), khususnya penunjukkan langsung (PL).

“Bisa dicek semua kok, satuan kerja atau OPD yang melaksanakan kegiatan (fisik) atau harus melalui proses lelang belum ada yang jalan. Penyebabnya, karena banyak perubahan pada mekanisme maupun proses di barjas atau lpse. Sehingga harus menyesuaikan dengan yang terbaru, “kata dia, Senin, (9/8).

Sehingga, lanjutnya, itu mempengaruhi proses kegiatan dilapangan sejauh ini belum ada realisasi alias O.  Pihaknya telah berupaya maksimal mendorong, dengan dukungan jajaran dibawahnya.

“Kalau staf saya sudah kordinasikan terus kesana, tapi memang banyak perubahan. Jadi harus segera menyesuaikan, “ujarnya.

Dilain sisi, Kabag Barjas Sekdakab Lampura, Chandra Setiawan mengungkapkan bahwasanya, saat ini seluruh kegiatan baik itu bersumber APBD maupun APBN (Dak) telah berjalan. Bahkan diantaranya hampir mendekati finish, seperti di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim/DPKP).

Baca Juga:   Budi Utomo Apresiasi CSR Bank Syariah Kotabumi

“Sudah jalan kok, apalagi perkim (DPKP). Itu hanya tinggal meneken kontrak, jadi tidak itu yang tak berjalan atau terhambat. Mereka (Perkim,Red) cuma mengada-ngada. Cek dong di LPSE “tambahnya.

Namun, lanjutnya, segala mekanisme maupun proses harus dijalankan sesuai aturan.

“Itulah kenapa kami terus berupaya mendorong ini cepat terealisasi, cuma masalahnya ada pada staf (PPTK) yang tak bisa memprosesnya. Sehingga kami membantu dalam hal ini, jadi tidak ada itu yang terkendala. Hanya saja mereka tak bisa melakukannya. Masa kerjaan mereka, kami yang harus sibuk,” tegasnya.

Informasi dikumpulkan di lapangan, perjalanan kegiatan fisik atau proyek  bersumber dari APBD (pl) belum ada yang terealisasi.

Sebelumnya, sempat terjadi kegaduhan sesaat sebelum proses lelang dilaksanakan. Sebab, kala  beredar viral pemenang telah ditentukan atau istilah di sana “kocok bekem”. Sehingga mengundang sejumlah pertanyaan, terhadap pelaksanaan pekerjaan di Perkim.

“Inikan kocok bekem namanya, masak sudah ada pemenang sebelum proses tender dilaksanakan. Padahal banyak, ada 25 paket khusus di perkim. Tapi tidak ada tanda-tandanya. Tau-tau sudah dilelang saja, “ujar salah seorang kontraktor yang mewanti-wanti identitasnya ditulis. (ozy/yud)




  • Bagikan