Refocusing Anggaran dan Inovasi Pemda untuk Meminimalisir Dampak Pandemi Covid-19

  • Bagikan
AIRLANGGA HARTARTO

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah menekankan pentingnya realokasi dan refocusing anggaran dalam upaya mengatasi dampak pandemi virus Corona.

Refocusing anggaran dari transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) di tahun anggaran 2021 merupakan salah satu upaya yang telah diwujudkan secara konkret melalui penggunaan dana nagi hasil (DBH) yang dioptimalkan untuk mendukung penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi serta penggunaan minimal sebesar 8% dari dana alokasi umum (DAU) untuk vaksinasi Covid-19 dan insentif tenaga kesehatan daerah (Inakesda).


“Pemerintah daerah (Pemda) diharapkan dapat mempercepat penyerapan anggaran guna memanfaatkan APBD dalam membantu masyarakat, usaha kecil menengah (UKM) dan penanganan Covid-19. Hal ini dapat diimplementasikan melalui anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sesuai kewenangan masing-masing pemda,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Economic Talk yang diselenggarakan Pengurus Besar HMI, Selasa (31/8).

Baca Juga:   Dorong Pesantren Manfaatkan KUR untuk Mandiri dan Berjiwa Usaha

Hartarto mengatakan, alokasi TKDD TA 2021 sebesar Rp780,48 triliun. Dari jumlah tersebut, earmarked DAU/DBH, sana insentif daerah (DID), dana desa, dan bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk penanganan Covid-19 baru terserap 37,77%.

Pada 24 Agustus 2021, earmarked DAU/DBH untuk penanganan Covid-19 secara nasional sebesar Rp10,95 triliun (27,97% dari anggaran).

Dalam penanganan pandemi ini, lanjut Airlangga, pemda diharapkan dapat bergerak cepat dan berinovasi. Baik berupa bentuk kebijakan dalam kewenangannya, maupun program-program kerja.




  • Bagikan