Reses di Tanggamus, Anggota DPR Dimintai Uang Transport oleh Panwas

  • Bagikan
foto ilustrasi/net

radarlampung.co.id – Anggota Komisi II DPR RI Endro Suswantoro Yahman mengaku dimintai uang transport oleh Panitia Pengawas Kecamatan saat melakukan reses ke Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus belum lama ini.

Kepada radarlampung.co.id, Endro mengatakan pada reses yang digelarnya usai tahun baru tersebut tak ada yang berbeda. Selaku pengawas pemilu, Panwas setempat pun selalu mengikuti kegiatan yang dilakukannya.

Namun usai menyelesaikan resesnya, Endro mengaku mendapatkan telpon dari salah satu Panwascan di kecamatan Bandar Negeri Semuong. Sayangnya, tidak disebutkan namanya.

“Jadi setelah acaranya bubar saya makan di warung makan, kemudian di telpon salah satu Panwas di Bandar Negeri Semuong. Katanya meminta uang transport,” kata Endro saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (10/1).

Baca Juga:   Formula 3T-3M, Sinergi dan Kepatuhan Masyarakat Jadi Strategi Kunci Penanganan Kasus Covid-19

Endro cukup terkejut, karena setiap kegiatan resesnya tak pernah ada Panwas yang meminta uang transport. Memang pada kegiatan tersebut, dia mengeluarkan uang sebagai pengganti makan siang yang tak sempat disiapkan. Terlebih kegiatan yang digelarnya berlangsung hingga jam makan siang.

“Saya juga bingung, mungkin dia (Panwas) nggak tau kalau saya itu komisi II yang mengawasi KPU, Bawaslu. Goblok dia, goblok banget,” tambahnya.

Persoalan ini, sambung Endro, akhirnya dibawa dalam pembahasannya bersama DPR RI, Komisioner KPU Pusat, Bawaslu dan DKPP terkait pengawasan. Khususnya di Lampung, bagaimana integritas penyelenggara pemilu sudah rusak semua. “Saya minta jaminan agar integritasnya tidak dirusak padahal sudah terlihat saat Pilgub kemarin ya,” katanya.

Baca Juga:   Ratusan Ribu Pelamar Lulus Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham

Endro juga mengaku sudah memberikan nomor telpon Panwas tersebut pada Anggota Bawaslu, dan sudah dicek. Memang, kata ddia, setelah dicek Panwas mengatakan yang meminta uang tersebut audiens. Hal ini tak ditampik Endro, karena masih ada masyarakat yang belum dapat uang pengganti makan siang karena ketinggalan dan akhirnya Endro kembali berikan.

“Iya memang benar ada masyarakat minta, tapi ada lagi panwas yang minta. Kalau masyarakat memang ada yang belum dapat pengganti makan siangnya, karena ada kekurangan, ya akhirnya saya kasih tambah. Namun ada lagi yang minta dari panwasnya, dia minta transport saja. Sudah berkali-kali reses baru ini dimintai uang oleh Panwas. Biasanya itu tidak, di Pesawaran, Pringsewu tidak begitu,” pungkasnya. (rma/kyd)




  • Bagikan