Reses ke Lambar, Aleg DPRD Lampung Serap Keluhan Daerah

  • Bagikan
Anggota DPRD Lampung asal Dapil IV (Lambar, Pesbar, Tanggamus) melaksanakam reses ke Lambar Rabu (30/10). Foto Nopriadi/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Sebanyak enam orang anggota DPRD Provinsi Lampung asal daerah pemilihan (Dapil) IV meliputi Lampung Barat, Pesisir Barat dan Tanggamus. Melakukan reses ke Lambar. Mereka yakni Mirzalie, Dadang Sumpena, Supriadi Hamzah, Azuansyah, Heni Susilo, Mukhlis Basri  dan Amaludin. Para anggota DPRD Lampung tersebut diterima di ruang Rapat Pesagi, sekretariat Pemkab Lambar Rabu (30/10). Para anggota DPRD Lampung itu turun untuk menyerap aspirasi organisasi perangkat daerah (OPD). Dan

Mirzalie mengungkapkan, anggota DPRD Lampung Dapil IV berkomitmen memberjuangkan aspirasi dari daerah dapil. Dikatakannya, berbagai persoalan yang disampaikan pemerintah daerah seperti peningkatan infrastruktur jalan, perubahan status jalan,  hingga permasalahan-permasalahan lainnya akan diperjuangkan pada saat pembahasan RAPBD  Provinsi Lampung.

”Untuk masalah infrastruktur, seperti jalan sepanjang tujuh kilometer yang menghubungkan Pekon Balak dengan Suoh masih membutuhkan peningkatan, dan dari dari lima ruas jalan provinsi di Lambar itu yang menjadi perioritas, selain itu jalan yang menghubungkan Lampung dengan Sumatera selatan juga diharapkan untuk bisa berubah status dari sebelumnya jalan provinsi menjadi jalan nasional,” ujarnya.

Selain itu, permasalahan lainnya terkait perekonomian. Lambar, lanjutnya, sebagai salah satu penghasil kopi robusta, tentu perlu mendapatkan dukungan dan dorongan dari semua pihak.

”Permasalahan lainnya  berkaitan dengan kebencanaan, dimana daerah kita merupakan daerah rawan terjadi bencana alam, sehingga pihaknya juga akan memperjuangkan agar Lambar  maupun Pesbar dan Tanggamus yang masuk dalam Dapil kami,  untuk  bisa mendapatkan perhatian khusus dari provinsi,” ujarnya.

Selain itu, permasalahan konflik gajah dengan manusia yang kerap terjadi setiap tahunnya di Lambar khususnya di  perbatasan Lambar dengan Tanggamus, juga menjadi salah satu catatan yang dirasa perlu untuk dibahas lebih jauh di tingkat provinsi, sehingga permasalahan terseburt tidak terus  terjadi.

”Kami juga menerima keluhan berkaitan dengan maraknya galian c di Lambar, dimana jumlah galian c berdasarkan informasi dari pemerintah daerah cukup banyak, sementara untuk kontribusinya sendiri (pendapatan asli daerah) tidak ada, karena pemerintah daerha juga tidak berani melakukan pungutan sebab belum ada payung hukum, sementara kewenangan galian c berada di provinsi,” kata dia.

Dilain pihak, bupati Lambar Parosil Mabsus  menyampaikan harapannya, dengan kunjungan Aleg provinsi tersebut memberikan makna tersendiri guna mendukung dan meningkatkan pembangunan di Lambar sehingga  makin mempercepat realisasi aspirasi masyarakat.

”Pada kesempatan kali ini kami kembali menegaskan bahwa Pemkab Lambar senantiasa mendukung dan telah mengambil langkah – langkah yang diperlukan guna mewujudkan aspirasi masyarakat terkait dengan pelaksanaan program-program pembangunan di Lambar,” kata Pakcik—sapaan Parosil Mabsus .

Assisten Bidang Perekonomian dan pembangunan Ir. Sudarto menambahkan, kondisi perekonomian Lampung barat saat ini masih didominasi oleh sektor primer. Sektor pertanian merupakan sektor unggulan banyaknya tantangan dalam mewujudkan kondisi Lampung barat yang aman, tentram dan sejahtera.”Lambar juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya yang harus dimulai dari upaya penanggulangan kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan,” imbuhnya. (nop/wdi)




  • Bagikan