Resmi, Tiga PT Bergabung Menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu

  • Bagikan
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M., menyerahkan SK UMPRI kepada Ketua Penggabungan Universitas Muhammadiyah Pringsewu Drs. H.A. Wanawir, M.M., M.Pd  di ruang pertemuan Hotel Herper Palembang, Jumat (2/8). FOTO DOKUMEN STKIP MUHAMMADIYAH PRINGSEWU   
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M., menyerahkan SK UMPRI kepada Ketua Penggabungan Universitas Muhammadiyah Pringsewu Drs. H.A. Wanawir, M.M., M.Pd  di ruang pertemuan Hotel Herper Palembang, Jumat (2/8). FOTO DOKUMEN STKIP MUHAMMADIYAH PRINGSEWU   

radarlampung.co.id – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu Lampung (STKIP MPL), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Pringsewu Lampung dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu Lampung resmi bergabung menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI).

Kepala Bagian Humas Eko Suncaka mengatakan perubahan tersebut berdasar SK Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 654/KPT/I/2019 tertanggal 29 Juli 2019 tentang Izin Penggabungan STKIP MPL, STIKes MPL dan STIE MPL  menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu.

Salinan surat keputusan (SK) diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M, kepada Ketua Penggabungan Universitas Muhammadiyah Pringsewu Drs. H.A. Wanawir, M.M., M.Pd  di ruang pertemuan Hotel Herper Palembang, Jumat (2/8). Turut hadir Ketua STKIP MPL, Ketua STKIP Drs. H. Rahman, M.M., M.Pd dan dosen PNS DPK STKIP MPL.

Baca Juga:   Salman Subakat, CEO Paragon yang Juga Aktif di Dunia Pendidikan

Wanawir mengatakan, penggabungan tersebut akan dibarengi dengan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM). ”Alhamdulillah.  Resmi berubah menjadi universitas. Semoga dengan status baru ini, kita semua bisa meningkatkan kompentensi. Khususnya di bidang SDM,” kata Wanawir.

Menurut dia, era 4.0 adalah era persaingan mutu atau kualitas. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan mengelola dan mengembangkan perguruan tinggi sangat diperlukan. Termasuk untuk menggunakan prinsip-prinsip manajemen mutu  berorientasi pada mutu dan kualitas.

Sistem penjaminan mutu ini pada hakekatnya berinti pada perbaikan terus-menerus untuk memperkuat dan mengembangkan potensi. Antara lain harus mampu mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan-keunggulan.

“Output-nya, memiliki multimotivasi. Yakni ilmu pengetahuan, gelar keterampilan, pengalaman, keyakinan sebagai persiapan memasuki dunia kerja atau persiapan membuka lapangan kerja,” tegasnya. (sag/rls/ais)




  • Bagikan