Respon Keluhan, Walikota Datangi Lokasi Calon Mal Living Plaza

  • Bagikan
 Walikota Bandarlampung Eva Dwiana dan jajarannya saat meninjau lahan yang akan di bangun Perbelanjaan Living Plaza Lampung di Kelurahan Rajabasa Nunyai tepatnya di Jalan ZA Pagar Alam (Samping SPBU), Bandarlampung, Senin (19/4). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meninjau lokasi pembangunan Living Plaza Lampung (LPL) di Rajabasa Nunyai, Rajabasa, Bandarlampung, Senin(19/4).

“Biasanya kalau sudah membangun biasanya sudah, nggak mungkin kalau perusahaan besar berani membangun kalau belum ada ijinnya,” kata Eva Dwiana.

Terkait kontroversi dan penentangan dari beberapa pihak terkait dampak yang bakal ditimbulkan jika pembangunan itu terus berjalan, Eva menyebut dirinya akan mendalaminya.

“Coba nanti Bunda tinjau kembali. Bunda belum sampai kesitu soalnya itu jamannya pak Herman. Intinya kalau sudah berdiri berarti persyaratannya sudah ok, dan mungkin yang punya usaha pendekatan ke masyarakatnya belum,” ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan peran para investor untuk melakukan pendekatan dan meyakinkan masyarakat agar bisa aman dan tidak resah nantinya.

Baca Juga:   H+2 Lebaran, Terminal Rajabasa Masih Sepi

“Kalau mau mendirikan sesuatu pendekatannya bukan tugas pemerintah tapi tugas pengembang, tapi Insya Allah ini bisa dijalankan masyarakatnya bisa dimengerti. Mudah-mudahan nanti bisa membantu memperlebar drainase yang ada di Kota Bandarlampung agar tidak terjadi banjir lagi,” tandasnya.

Kadis DLH Kota Bandarlampung Sahriwansah mengaku akan memanggil pihak pengembang. “Pertama kami akan melakukan perintah bu Wali Kota untuk rapat dan  memanggil pihak perusahaan PT 328, untuk memenuhi komitmen amdal yang sudah mereka susun. Jadi kalau dia mau buat embung harus segera buat, pelebaran harus segera dilebarkan agar tidak menyebabkan dampak, amdal sudah tinggal melihat bagaimana kepatuhan mereka terhadap amdal tersebut dan tidak membuat masyarakat resah,” katanya.

Baca Juga:   Pekan Depan, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Bagikan 42 Unit Rumah ke Anggota

Saat ditanya dimanakah perwakilan Proyek atau Perusahaan saat ini, Sahriwansah mengaku tidak mengetahuinya. “Saya kurang paham ini, saya tahunya 328 karena tidak berhubungan langsung, makanya selesai amdal akan segera kita panggil lagi, dan kurang tahu juga berapa lantai,” katanya.

Di tempat yang sama salah satu pengemudi mobil truk yang bekerja di tempat tersebut menyebutkan jika Perusahaannya ada di Jakarta, sembari enggan memberitahu nama dan asal. “Kantornya ga ada disini, adanya di Jakarta,” singkatnya.(mel/wdi)





  • Bagikan